Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tidak Mudah Menikah Denganku; Kau Melakukannya Dengan Sempurna

    Share

    nailahakimah

    14
    13.11.13

    Tidak Mudah Menikah Denganku; Kau Melakukannya Dengan Sempurna

    Post  nailahakimah on Tue Nov 26, 2013 10:54 am


    Selalu, ketika ditanyakan “sudah berapa lama menikah?”, rasanya hampir tidak percaya dengan jawaban “dua puluh tahun”  yang meluncur keluar dari mulutku.

    Sungguh, rasanya seperti baru dua tahun yang lalu kita berdua berdiri dengan khusuk mengikuti seluruh rangkaian pemberkatan pernikahan oleh pastor dan resepsi yang rasanya  lebih banyak dihadiri oleh teman teman orang tua kita.

    Wanita memang sulit dimengerti, dan tak mudah dipahami. Ratusan kali aku menulis tentang itu, dan yang membaca sering manggut manggut dalam persetujuannya. Tak sedikit yang balik memujiku sebagai penulis yang tahu banyak soal hubungan pria dan wanita, dan memahami emosi cinta beserta lika likunya.

    Tahu apa aku soal cinta ?. Pacaran saja cuma sekali. Ya, aku menikah denganmu sebagai cinta pertamaku dan satu satunya pacar sekaligus mantan pacar yang sekarang menjadi suami, pendampingku yang setia.

    Penulis itu harus jujur. Terhadap diri sendiri, dan terhadap fakta fakta yang melatari tulisannya. Tidak berlebihan jika malam ini harus kutuliskan bahwa aku bisa menulis tentang cinta karena kamu. Dua puluh tahun lebih kita menikah, dan beberapa tahun kita pacaran meskipun itu disebut monyet monyetan, kau adalah pria yang mengajariku tentang cinta dan keindahannya.

    Tidak selamanya cinta itu berbunga bunga ?. Oh, mungkin kadang justru kamu yang merasakan bahwa ada duri di tangkai mawar. Maaf, menikah denganmu selama ini, harus kukatakan dengan jujur dan penuh terima kasih , betapa luar biasanya kau jaga hatiku dan memahamiku bahkan disaat aku tidak bisa mengenali siapa diriku.

    Frustrasi, jengkel, kecewa? Kalaupun ketiga hal itu ada dalam hatimu, aku tidak pernah bisa melihat dan membacanya. Kemungkinannya ada tiga: 1) Kau aktor yang lihai 2) Aku terlalu buta untuk bisa melihatnya 3) Kamu memang manusia ajaib yang tidak pernah frustrasi, jengkel dan kecewa dengan istrimu.

    Kali ini aku tidak keberatan memilih opsi ke tiga meskipun dibilang ke-ge-er-an. I feel like an angel because I’ve lived with one perfect guardian angel. Dirimulah malaikat pelindungku. Sosok yang mengajariku tentang kesabaran meskipun aku selalu jauh ketinggalan mengejarmu dalam hal ini.

    Emosimu yang selalu stabil, terbukti ampuh meluruskan dan menenangkanku disaat saat sulit dan membingungkan. Kamu pria paling murah hati, lembut dan logis yang pernuh kutemui. Logikamu selalu menentramkan. Bersamamu aku merasa melangkah dalam lindungan yang nyaman. Kecuali mungkin kalau sudah menyangkut putri kita, Krystle, maka otakmu yang brilliant tertutupi gelora kasih sayang seorang ayah kepada putri tunggalnya, sehingga sulit berpikir rasional. Ketika mengenai Krystle, kamu selalu mampu dengan rendah hati mengakui bahwa logikamu lenyap, yang ada hanya berjuta sayang tanpa batasan.

    Hey, memang tidak mudah menikah denganku. Gadis tomboi yang bicaranya selalu blak-blakan dan ceplas ceplos apa adanya tanpa sensor.  Aku juga wanita yang mudah sekali korslet, bahkan kadang tanpa harus ada alasan yang jelas. Tapi aku selalu tahu kamu adalah pria yang mampu melihat dan menghargai sejak dini, betapa hangat dan lembutnya cinta yang ada dihatiku. Kalau ini juga disebut narsis, aku tidak keberatan!.

    Hebatnya,  kamu tahu dengan pasti akan menjadi seperti apa aku dua puluh tahun setelah menikah, dan bagaimana indahnya cinta kita bertumbuh.  Aku bukan tipe wanita optimis dan terlalu antusias. Namun bersamamu aku menjadi seseorang yang percaya bahwa cinta itu selalu memampukan…

    26 November. Hari ini adalah hari ulang tahunmu. Puluhan kartu sudah pernah kutuliskan untukmu. Kali ini aku tidak keberatan seisi dunia ikut membacanya. You deserve to know it  Dokter!, what a fine man you really are, and how thankful I am that you were born to be my husband.

    Dengan penuh kebanggaan bisa kukatakan kepadamu bahwa aku mencintaimu dan sungguh sungguh menghormatimu, bukan hanya karena kamu suamiku dan aku istrimu, dan itulah yang selama ini kita pahami sesuai ajaran agama dan yang sepatutnya dilakukan sesuai nilai moral dan etika.

    Aku mencintaimu, menghormatimu dan menghargaimu karena kamu memang pantas menerima semuanya itu. Untuk banyak kesabaranmu menghadapiku. Untuk ketenanganmu disaat aku gelisah dan labil. Untuk semua cinta yang kau berikan disaat aku merasa kurang pantas dicintai. Untuk keteguhan hatimu melihat semua kebaikan di dalam diriku, bahkan ketika aku sendiri buta terhadapnya….

    ….here’s to you;  I am so grateful that you are my husband, the father of our three gorgeous children. Terima kasih telah menjadikanku wanita yang paling beruntung dan berbahagia di seantero jagad raya.

    *** Happy Birthday my darling husband. I love you….(bertubi tubi…)


    Catatan: Ellen Maringka


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 6:51 am