Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Inilah 3 Museum yang Tak Biasa

    Share

    AinulMardhiya

    16
    30.05.13

    Inilah 3 Museum yang Tak Biasa

    Post  AinulMardhiya on Fri Nov 29, 2013 8:55 am


    Pengunjung Menari Tor-Tor di Museum Hutabolon Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

    Museum identik dengan benda kuno. Tampilan susunan koleksi museum pun kebanyakan seragam, yakni dipajang di dinding atau disimpan dalam meja-meja kaca.

    Namun, ada pula pengelolaan museum yang "mendobrak" konsep tersebut, meski di dalamnya tetap tersimpan benda kuno. Dihimpun Kompas Travel, ketiga museum ini memiliki konsep unik.

    Museum Hutabolon Simanindo di Pulau Samosir, Sumatera Utara, mengajak pengunjung menari tortor bersama. Sementara itu, di Ullen Sentalu, Yogyakarta, museum dirancang seperti istana mini dengan suasana Jawa membalut dalam museum. Tak ketinggalan juga ada di Jakarta, yaitu Museum Tengah Kebun, yang pengunjungnya seolah diajak menjelajahi lorong waktu.

    Tidak mudah untuk dapat masuk ke dalam tiga museum ini. Ada aturan dan izin yang harus dipatuhi karena museum ini bukan museum umum yang dikelola pemerintah. Museum tersebut milik pribadi yang dibuka untuk publik.

    Museum Hutabolon Simanindo

    Museum ini berada di Desa Simanindo, Kelurahan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Bisa dibilang museum ini adalah kampung adat Batak. Di dalamnya terdapat tiga rumah adat Batak, lapangan luas, dan satu pohon tertanam di tengah. Biaya Rp 50.000 dikenakan untuk masuk ke dalam museum.


    Tarian Sigale-Gale di Museum Hutabolon Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

    Namun, biaya itu terbayar dengan suasana Batak selama berada di dalam museum. Akan ada sekelompok penari yang membawakan kisah etnis Batak pertama di Samosir. Mereka membawakan mulai dari tarian selamat datang, tari persembahan, tari muda-mudi, hingga tari perayaan. Tak ketinggalan, tarian sigale-gale yang merupakan boneka simbolis Suku Batak.

    Para penari menggunakan ulos dan pakaian adat Batak. Di akhir tarian, dimunculkan kerbau yang diikat pada pohon. Itu mencerminkan ritual Mangalahat Horbo yang menjadi ritual adat Batak. Selanjutnya, para penari pun mengajak pengunjung yang datang untuk menari bersama dengan mengitari kerbau menggunakan ulos.

    Ullen Sentalu

    Ullen Sentalu berada di Kaliurang, Yogyakarta. Di dalamnya terdapat koleksi dari dua pemerintahan daerah yang ada di sekitar Yogya, yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta, Solo.

    Museum buka pada pukul 08.30 sampai 16.00 dengan biaya masuk Rp 30.000. Untuk menjaga keamanan koleksi, pengunjung yang datang dilarang mengambil gambar selama berada di dalam museum. Namun, disediakan tempat-tempat tertentu untuk mengambil foto.


    Pintu Gerbang Ullen Sentalu di Kaliurang, Yogjakarta

    Museum Tengah Kebun

    Banyak yang tak mengetahui keberadaan museum ini. Museum Tengah Kebun berada di Jalan Kemang Timur Nomor 66, Jakarta. Bagian dalamnya didominasi warna hijau rimbun pepohonan. Sebenarnya, museum ini adalah rumah pribadi milik Sjahrial Dalil.

    Ia mengoleksi barang-barang antik seperti patung, topeng, dan fosil dari Eropa, Amerika, serta\' provinsi-provinsi di Indonesia. Rumah ini resmi dijadikan museum sejak tahun 2009. Tidak dikenakan biaya untuk masuk ke museum. Namun, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu karena setiap harinya hanya melayani 10 pengunjung.


    Kebun Ganesha memiliki luas 3.500 meter persegi. Di Museum di Tengah Kebun ini juga banyak koleksi barang-barang yang diletakkan di beberapa tempat, seperti di pendopo, maupun di tengah kebun. Pembuatan kebun ini ternyata lebih rumit dibandingkan dengan pembuatan rumah.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:43 pm