Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gadis Ini Rela Amputasi Kakinya Agar Bisa Pakai High Heels dan Jadi Modis

    Share

    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Gadis Ini Rela Amputasi Kakinya Agar Bisa Pakai High Heels dan Jadi Modis

    Post  andi_bunga on Sat Nov 30, 2013 6:35 am


    Tampil modis dengan menggunakan high heels merupakan impian bagi semua gadis, termasuk Mariah Serrano (22). Sayangnya gadis asal Long Island, AS, ini harus mengamputasi kakinya terlebih dahulu untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

    Mariah terlahir dengan memiliki kondisi club foot. Club foot atau congenital talipes equinovarus (CTEV) adalah suatu kondisi cacat lahir bawaan di mana posisi kaki membengkok ke bawah dan memutar ke dalam.

    Bekerja sebagai asisten desainer untuk American Rag membuat keinginan Mariah untuk bisa menggunakan high heels semakin meningkat setiap harinya. "Saya sangat ingin terlihat modis dengan menggunakan high heels, tapi saat itu saya tahu itu tak mungkin," ujar Mariah, seperti dilansir News.com.au.

    Sepanjang hidupnya, Mariah tak hanya merasa tak nyaman, ia juga harus berjuang melawan sakit saat berjalan. Saat sekolah, ia juga harus menerima ejekan dari teman-temannya yang sebagian besar selalu menggunakan high heels.

    Untuk mengalihkan pandangan orang-orang dari kakinya, Mariah sering celana ketat bermotif mencolok dan bahkan mengecat rambutnya dengan warna merah muda. Keinginannya untuk melakukan operasi memuncak saat pada sat pesta prom ia harus menerima ejekan kembali karena menjadi satu-satunya yang menggunakan flat shoes.

    Menemui dokter, Mariah disarankan untuk melakukan amputasi dan menggunakan kaki palsu agar bisa berjalan dan beraktivitas dengan lebih nyaman. "Begitu dokter mengatakan hal itu, saya langsung berpikir operasi ini adalah apa yang saya butuhkan," lanjutnya.

    Setelah disetujui oleh pihak keluarga, Mariah pun menjalankan amputasi. Enam bulan kemudian ia pun bisa menggunakan high heels untuk kali pertama dalam hidupnya.

    "Saya ingat pertama kali berdiri dan berjalan menapak sempurna. Saya memakai wedges dan itu menakjubkan," ungkap Mariah.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 12:47 pm