Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Gadis Ini Rela Amputasi Kakinya Agar Bisa Pakai High Heels dan Jadi Modis

    Share
    avatar
    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Gadis Ini Rela Amputasi Kakinya Agar Bisa Pakai High Heels dan Jadi Modis

    Post  andi_bunga on Sat Nov 30, 2013 6:35 am


    Tampil modis dengan menggunakan high heels merupakan impian bagi semua gadis, termasuk Mariah Serrano (22). Sayangnya gadis asal Long Island, AS, ini harus mengamputasi kakinya terlebih dahulu untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

    Mariah terlahir dengan memiliki kondisi club foot. Club foot atau congenital talipes equinovarus (CTEV) adalah suatu kondisi cacat lahir bawaan di mana posisi kaki membengkok ke bawah dan memutar ke dalam.

    Bekerja sebagai asisten desainer untuk American Rag membuat keinginan Mariah untuk bisa menggunakan high heels semakin meningkat setiap harinya. "Saya sangat ingin terlihat modis dengan menggunakan high heels, tapi saat itu saya tahu itu tak mungkin," ujar Mariah, seperti dilansir News.com.au.

    Sepanjang hidupnya, Mariah tak hanya merasa tak nyaman, ia juga harus berjuang melawan sakit saat berjalan. Saat sekolah, ia juga harus menerima ejekan dari teman-temannya yang sebagian besar selalu menggunakan high heels.

    Untuk mengalihkan pandangan orang-orang dari kakinya, Mariah sering celana ketat bermotif mencolok dan bahkan mengecat rambutnya dengan warna merah muda. Keinginannya untuk melakukan operasi memuncak saat pada sat pesta prom ia harus menerima ejekan kembali karena menjadi satu-satunya yang menggunakan flat shoes.

    Menemui dokter, Mariah disarankan untuk melakukan amputasi dan menggunakan kaki palsu agar bisa berjalan dan beraktivitas dengan lebih nyaman. "Begitu dokter mengatakan hal itu, saya langsung berpikir operasi ini adalah apa yang saya butuhkan," lanjutnya.

    Setelah disetujui oleh pihak keluarga, Mariah pun menjalankan amputasi. Enam bulan kemudian ia pun bisa menggunakan high heels untuk kali pertama dalam hidupnya.

    "Saya ingat pertama kali berdiri dan berjalan menapak sempurna. Saya memakai wedges dan itu menakjubkan," ungkap Mariah.



      Waktu sekarang Wed Aug 16, 2017 8:18 pm