Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Penting! 4 Pemeriksaan Kesehatan Seksual yang Harus Dilakukan Wanita

    Share

    violitaelgi

    13
    15.11.13

    Penting! 4 Pemeriksaan Kesehatan Seksual yang Harus Dilakukan Wanita

    Post  violitaelgi on Mon Dec 02, 2013 7:59 am


    Medical check-up sebaiknya dilakukan minimal setiap dua tahun sekali untuk memastikan kesehatan Anda selalu terjaga, dan mencegah perkembangan penyakit sejak dini. Kebanyakan orang hanya berfokus memeriksakan kesehatan organ dalam saja seperti jantung, paru-paru, liver, ginjal, lambung, pemeriksaan darah atau urin. Namun masih jarang yang juga mengecek kesehatan seksual atau organ reproduksi.

    Padahal, kesehatan seksual tak kalah pentingnya untuk selalu diperiksa secara rutin dan berkala. Bagi wanita, ada empat tes kesehatan seksual yang harus dilakukan. Ini dia jenis-jenisnya, seperti rekomendasi Agency for Healthcare Research and Quality (AHRQ), yang dikutip dari Disaboom.

    1. Pap Smear (PAP)
    Tes PAP adalah salah satu cara untuk mendeteksi penyakit kanker pada mulut rahim atau kanker serviks. Tes ini sangat dianjurkan dilakukan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan seksual atau berusia di atas 21 tahun. Menurut AHRQ, wanita harus melakukan tes ini setiap satu hingga tiga tahun sekali sampai usianya memasuki 65 tahun. Setelah itu, Anda harus tanyakan kepada dokter seberapa sering Anda harus melakukan tes PAP untuk mencegah kanker serviks sejak dini.

    Bagaimana jalannya pemeriksaan pap smear? Pasien wanita nantinya diminta duduk di kursi ginekolog (duduk mengangkang), lalu dokter akan mengambil sampel lendir dari mulut rahim menggunakan spatula. Sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop. Pengambilan lendir ini bisa berjalan cepat dan tidak sakit jika si pasien relaks.

    2. Chlamydia
    Chlamydia adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit menular seksual. Chlamydia merupakan tes yang penting bagi wanita muda karena penyakit ini cepat menular dan merusak kesehatan reproduksi.

    "Penyakit menular seksual ini besar kemungkinannya menyerang seseorang namun tidak menunjukkan gejala-dan dan dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan," kata Dr Hunter Handsfield, MD, profesor kedokteran klinis di University of Washington.

    Untuk Anda yang di bawah usia 25 tahun, harus melakukan tes ini. Jika berusia di atas 25 tahun, sebaiknya bicarakan terlebih dulu kepada dokter mengenai perlu atau tidaknya dan seberapa banyak frekuensi tes ini. Jangan lupa untuk menanyakan juga mengenai tes kesehatan dari penyakit menular seksual lainnya.

    3. HIV
    Jika Anda memiliki salah satu kondisi ini: Sedang hamil, pernah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan beberapa pria atau sempat mempunyai pasangan yang terinfeksi virus HIV, maka Anda harus mendiskusikan tes HIV kepada dokter. Adanya virus HIV bisa dideteksi melalui darah, air liur dan urin.

    4. Pemeriksaan Klinis Payudara
    Pemeriksaan klinis payudara adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mengetahui adanya perubahan atau kelainan pada payudara. Menurut American Cancer Society Susan G. Komen, setiap wanita wajib menjalani pemeriksaan ini.

    Bagi wanita usia 20 -39 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan klinis payudara minimal tiga tahun sekali. Sedangkan bagi wanita berusia 40 tahun keatas, pemeriksaan harus dilakukan setidaknya sekali dalam 1 tahun.



      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 5:34 pm