Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Takut Hidup Sendiri Membuat Wanita Bertahan Dalam Hubungan yang Buruk

    Share
    avatar
    bibang

    108
    20.08.11

    Takut Hidup Sendiri Membuat Wanita Bertahan Dalam Hubungan yang Buruk

    Post  bibang on Tue Dec 10, 2013 6:54 am


    Banyak wanita yang tetap bertahan menjalani hubungan cinta yang buruk, padahal mereka sudah tersakiti. Menurut penelitian, terdapat alasan mengapa mereka takut melepaskan diri dari hubungan yang buruk. Alasan utama ternyata bukan sepenuhnya karena cinta.

    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh The Journal of Personality and Social Psychology menyebutkan bahwa takut hidup sendiri memicu orang tetap bertahan dalam hubungan yang buruk. Itu karena mereka lebih memilih memiliki pasangan dibanding harus sendiri.

    Stephanie Spielmann, ketua peneliti dari University of Toronto memfokuskan studinya tentang bagaimana ketakutan akan kesendirian mempengaruhi hubungan asmara. Dari 153 partisipan yang diteliti, 40 persen mengatakan mereka takut bila tidak memiliki hubungan jangka panjang.

    Sebanyak 18 persen lainnya takut menjadi perawan tua, 12 persen menyatakan takut kehilangan pasangan, 11 persen takut menjadi tua sendirian dan tujuh persen takut tidak pernah memiliki keluarga dan anak. Sebanyak tujuh persen sisanya merasa tidak berharga bila sendiri, empat persen takut dengan anggapan orang lain ketika tidak memiliki pasangan dan 0,7 persen mengatakan lebih baik punya hubungan sekalipun itu buruk dibanding tidak sama sekali.

    "Selama menjalani hubungan, orang yang takut menjadi single akan memprioroitaskan status di atas kualitas hubungan itu sendiri, bertahan dalam hubungan yang kurang responsif dan kurang menarik, meski kurang memuaskan," ujar penulis.

    The authors wrote, "During relationship initiation and maintenance, those who fear being single may prioritize relationship status above relationship quality, settling for less responsive and less attractive partners and remaining in relationships that are less satisfying."

    Itu berarti kita telah menemukan jawabannya, mengapa banyak kasus hubungan yang tidak sehat, namun masih bertahan di dalamnya. Takut single menjadi jawabannya.



      Waktu sekarang Thu Jul 27, 2017 3:45 am