Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Takut Hidup Sendiri Membuat Wanita Bertahan Dalam Hubungan yang Buruk

    Share

    bibang

    108
    20.08.11

    Takut Hidup Sendiri Membuat Wanita Bertahan Dalam Hubungan yang Buruk

    Post  bibang on Tue Dec 10, 2013 6:54 am


    Banyak wanita yang tetap bertahan menjalani hubungan cinta yang buruk, padahal mereka sudah tersakiti. Menurut penelitian, terdapat alasan mengapa mereka takut melepaskan diri dari hubungan yang buruk. Alasan utama ternyata bukan sepenuhnya karena cinta.

    Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan oleh The Journal of Personality and Social Psychology menyebutkan bahwa takut hidup sendiri memicu orang tetap bertahan dalam hubungan yang buruk. Itu karena mereka lebih memilih memiliki pasangan dibanding harus sendiri.

    Stephanie Spielmann, ketua peneliti dari University of Toronto memfokuskan studinya tentang bagaimana ketakutan akan kesendirian mempengaruhi hubungan asmara. Dari 153 partisipan yang diteliti, 40 persen mengatakan mereka takut bila tidak memiliki hubungan jangka panjang.

    Sebanyak 18 persen lainnya takut menjadi perawan tua, 12 persen menyatakan takut kehilangan pasangan, 11 persen takut menjadi tua sendirian dan tujuh persen takut tidak pernah memiliki keluarga dan anak. Sebanyak tujuh persen sisanya merasa tidak berharga bila sendiri, empat persen takut dengan anggapan orang lain ketika tidak memiliki pasangan dan 0,7 persen mengatakan lebih baik punya hubungan sekalipun itu buruk dibanding tidak sama sekali.

    "Selama menjalani hubungan, orang yang takut menjadi single akan memprioroitaskan status di atas kualitas hubungan itu sendiri, bertahan dalam hubungan yang kurang responsif dan kurang menarik, meski kurang memuaskan," ujar penulis.

    The authors wrote, "During relationship initiation and maintenance, those who fear being single may prioritize relationship status above relationship quality, settling for less responsive and less attractive partners and remaining in relationships that are less satisfying."

    Itu berarti kita telah menemukan jawabannya, mengapa banyak kasus hubungan yang tidak sehat, namun masih bertahan di dalamnya. Takut single menjadi jawabannya.



      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:27 pm