Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Motivasi Itu Asalnya dari Otak

    Share

    sari_bunga

    14
    16.07.12

    Motivasi Itu Asalnya dari Otak

    Post  sari_bunga on Sat Dec 21, 2013 8:49 am


    Banyak kata-kata bijak yang mengatakan bahwa motivasi adalah kunci kesukesan. Tak ayal, sekarang banyak bermunculan motivator-motivator yang tugasnya membangkitkan motivasi agar seseorang tidak mudah menyerah dan sukses. Namun tahukah Anda hubungan antara motivasi dan otak?

    Penelitian yang dilakukan Duke University menemukan bahwa ada bagian dari otak yang memonitor performa sekaligus mempertahankan motivasi ketika sedang belajar, terutama saat Anda merasa tertantang. Penelitian ini mencoba membuktikan apakah benar Posterior Cingulate COrtex (PCC) berpengaruh pada kemampuan kognitif seseorang.

    Sarah Heilbonner dari Duke University melakukan eksperimen kepada dua monyet rhesus. Setelah menempelkan elektroda yang dapat mengetahui aktivitas dari neuron di otak mereka, Heilbronner mencoba mengetes mereka dengan permainan melalui mata.

    Monyet-monyet tersebut diperlihatkan beberapa gambar yang memiliki titik pada ujung-ujungnya. Mereka belajar mana titik yang menghasilkan hadiah\' berupa makanan, dan mana yang tidak. Gambar tersebut berjumlah 12 buah yang diganti setiap beberapa hari. Sementara itu Heilbronner dan timnya memperhatikan pergerakan neuron yang ada di otak monyet-monyet tersebut.

    PCC ternyata bekerja lebih aktif daripada yang ia bayangkan. Neuron-neuron yang ada dalam PCC bekerja lebih keras ketika para monyet dibutuhkan untuk mempelajari gambar baru, di mana pada beberapa gambar hadiah\' makanan yang diberikan jauh lebih besar. PCC juga bekerja lebih keras ketika mereka melakukan kesalahan di mana mereka memilih gambar yang tidak mendapat hadiah\'.

    "Penelitian ini membuktikan bahwa PCC sangat penting untuk memonitor performa dan mempertahankan motivasi seseorang ketika belajar," ujarnya seperti dilansir medicaldaily.com dan ditulis detikhealth.

    Michael Platt, Direktur Duke Institute for Brain Sciences, mengatakan bahwa meski penelitian Heilbronner penting, penelitian tentang PCC harus lebih diperbanyak. Hal ini disebabkan karena PCC adalah bagian otak pertama yang rusak ketika seseorang terserang Alzheimer.

    "Area inilah yang pertama kali rusak (karena alzheimer). Seseorang akan kehilangan kemampuan kognitifnya perlahan-lahan. Seperti kesulitan belajar, menjadi pelupa, mudah tersesat, dan lain-lain yang merupakan gejala dementia," ujar Platt.

    Pengetahuan lebih dalam tentang PCC menurutnya dibutuhkan bukan hanya oleh para peneliti Alzheimer, namun juga yang tertarik tentang pembelajaran, motivasi, serta\' ingatan.



      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 2:12 am