Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Mencari Damai di Auckland

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Mencari Damai di Auckland

    Post  clara on Sun Dec 22, 2013 9:16 am


    Auckland, bekas ibukota Selandia Baru ini memang sepi. Sedikit membosankan. Tapi tetap, banyak hal menarik yang bisa dinikmati di sini.

    Sepi. Begitu kira-kira pendapat saya sewaktu menginjakkan kaki di Auckland, bekas ibukota Selandia Baru. Saya langsung berpikir bakal mati kebosanan saat harus tinggal di kota ini barang seminggu saja.

    Bandara di kota ini juga lengang. Padahal, di kota mana saja, bandara biasanya selalu ramai orang. Di jalanan, tak banyak kendaraan berlalu-lalang. Nyaris mustahil mendengar bunyi klakson saat melintasi jalanan di Auckland.

    Saya lantas mencoba mampir ke salah satu pusat perbelanjaan, dan ternyata sama saja. Nyenyat. Tidak banyak orang hilir-mudik melihat-lihat barang yang dipamerkan.

    Saya sempat terheran-heran. Pemandangan ini jelas berbeda dengan mal-mal di Jakarta yang selalu penuh pengunjung.

    Bila dibandingkan Jakarta, penduduk Auckland memang tidak ada apa-apanya. Populasi di Jakarta saat ini sudah lebih dari 10 juta. Sedang penduduk Auckland, hanya sepersepuluhnya saja. Satu juta orang.

    Saya jadi maklum mengapa salah satu kota terbaik untuk ditinggali ini sepi. "Lah, wong yang tinggal sedikit banget," ujar rekan saya.

    Meski sepi dan membosankan, kota terbesar di Selandia Baru ini sebenarnya menyimpan pesona luar biasa. Terutama bagi para wisatawan berkantong tebal.



      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 1:40 am