Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Mencari Damai di Auckland

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Mencari Damai di Auckland

    Post  clara on Sun Dec 22, 2013 9:16 am


    Auckland, bekas ibukota Selandia Baru ini memang sepi. Sedikit membosankan. Tapi tetap, banyak hal menarik yang bisa dinikmati di sini.

    Sepi. Begitu kira-kira pendapat saya sewaktu menginjakkan kaki di Auckland, bekas ibukota Selandia Baru. Saya langsung berpikir bakal mati kebosanan saat harus tinggal di kota ini barang seminggu saja.

    Bandara di kota ini juga lengang. Padahal, di kota mana saja, bandara biasanya selalu ramai orang. Di jalanan, tak banyak kendaraan berlalu-lalang. Nyaris mustahil mendengar bunyi klakson saat melintasi jalanan di Auckland.

    Saya lantas mencoba mampir ke salah satu pusat perbelanjaan, dan ternyata sama saja. Nyenyat. Tidak banyak orang hilir-mudik melihat-lihat barang yang dipamerkan.

    Saya sempat terheran-heran. Pemandangan ini jelas berbeda dengan mal-mal di Jakarta yang selalu penuh pengunjung.

    Bila dibandingkan Jakarta, penduduk Auckland memang tidak ada apa-apanya. Populasi di Jakarta saat ini sudah lebih dari 10 juta. Sedang penduduk Auckland, hanya sepersepuluhnya saja. Satu juta orang.

    Saya jadi maklum mengapa salah satu kota terbaik untuk ditinggali ini sepi. "Lah, wong yang tinggal sedikit banget," ujar rekan saya.

    Meski sepi dan membosankan, kota terbesar di Selandia Baru ini sebenarnya menyimpan pesona luar biasa. Terutama bagi para wisatawan berkantong tebal.



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 8:34 am