Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Warung Anglo: Jajan Brongkos dan Es Kangenan Pengobat Rindu Kampung

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Warung Anglo: Jajan Brongkos dan Es Kangenan Pengobat Rindu Kampung

    Post  clara on Thu Jan 02, 2014 1:57 pm


    Kangen kampung karena tak sempat pulang saat liburan Natal dan tahun baru kemarin? Makan siang kali ini, mampir saja ke 'rumah si mbah'. Letaknya tak jauh dari pusat perkantoran, namun suasana dan hidangannya bisa mengobati rasa kangen.

    Di tengah serbuan beragam restoran bergaya asing di Senopati, Jakarta Selatan, Warung Anglo memegang teguh identitasnya sebagai restoran a la Jawa Tengah. Arsitektur dan interiornya saja mengingatkan kita akan rumah si mbah.

    Daun pintu dan jendela jati menghiasi bangunannya. Lampu gantung kuno, jam antik, dan lantai tegel mengingatkan kami akan tempat tinggal eyang. Rupanya, 'rumah' ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni area makan di depan, area tengah tempat lauk tersaji, dan dapur di area belakang.

    Saat datang, langsung saja ke tempat lauk. Macam-macam sayur khas Semarang seperti oblok-oblok dan sayur lodeh selalu hangat karena dipanaskan di atas anglo (tungku masak dari tanah liat). Adapula pecel, cumi lombok ijo, telor bacem, dan macam-macam sambal di piring tanah liat berlapis daun pisang.

    Pilihan minuman, mulai dari teh dan kopi, softdrink, jus, sampai milkshake, minuman jamu, dan es spesial bisa dilihat di papan tulis. Meski lauk-lauk tadi terbuka, kita tak perlu mengambil sendiri layaknya hidangan prasmanan. Pelayan akan mengambilkan, menghangatkan, dan mengantarkannya ke meja.

    Sebentar saja, semua pesanan kami terhidang di meja. Kami memulai dengan brongkos (Rp 30.000). Makanan dari Yogyakarta ini sekilas mirip rawon karena warna cokelat kehitamannya berasal dari keluak. Namun, brongkos memakai santan encer. Tampilannya sedikit keruh kecokelatan.

    Slurp... Kuahnya terasa gurih manis. Di dalamnya terdapat potongan daging sapi sandung lamur berlapis lemak serta\' tahu goreng. Cabai rawit merahnya dimasukkan utuh tanpa sehingga rasa kuahnya tak pedas. Sayangnya tak ada potongan labu siam, krecek, dan kacang tolo yang biasanya dimasak bersama daging. Brongkos ini makin mantap dinikmati dengan nasi hangat.

    Kemudian, kami mencicipi ayam lombok rawit (Rp 20.000). Potongan daging paha ayam yang kami pilih tampak berwarna kuning tak digoreng, dibaluri rajangan cabai rawit merah, kemangi, serai, dan daun jeruk. Aromanya wangi. Kemangi dan serainya tercium segar.

    Begitu menyentuh lidah langsung terasa sengatan dahsyat cabai rawit. Pedas membakar! Gurih empuk daging ayam tertimpa pedas cabai rawit. Dibilas minuman dingin, rupanya pedas tak kunjung hilang. Setelah menyuap dengan nasi putih hangat, barulah gigitan pedasnya mereda. Sajian yang memicu keringat ini cocok buat penyuka rasa pedas.

    Setelah lidah benar-benar pulih, barulah kami menyeruput es kangenan (Rp 20.000). Kombinasi cincau hitam, kelapa muda, dan selasih terasa adem di tenggorokan. Kuahnya yang bening tampaknya dicampur sirop jeruk nipis yang wangi manis segar. Es campur inipun jadi penutup santapan yang pas.

    Wah, kangen eyang di kampung jadi terbayarkan dengan makanan khas Jawa ini!


    Warung Anglo
    Jl. Senopati No. 33, Kebayoran Baru
    Jakarta Selatan
    Telepon: 021-5734448

    Jl. Tanah Abang Timur No. 16
    Jakarta Pusat
    Telepon: 021-3459031



      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 1:41 am