Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tidur Jadi Tidak Nyenyak Gara-gara Sering Melakukan Kesalahan Ini

    Share

    TenryWulandari

    2
    15.01.14

    Tidur Jadi Tidak Nyenyak Gara-gara Sering Melakukan Kesalahan Ini

    Post  TenryWulandari on Thu Jan 16, 2014 6:59 am


    Saat tidur, pernahkah Anda merasa tiba-tiba terkejut lalu bangun dan melihat jam kemudian saat menyadari waktu masih malam, Anda lantas ingin segera tertidur kembali untuk memanfaatkan waktu yang ada? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami insomnia psychophysiological.

    Sebah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Sleep Research menemukan bahwa perasaan tertekan saat tidur atau high sleep intension menyebabkan tidur terganggu dan memperburuk kualitas tidur. Peneliti dari Lomonosov Moscow State University menekankan pada pemuda bahwa tertidur dengan perasaan yang baik bahkan bisa menjanjikan keuangan yang lebih baik.

    Namun, yang terjadi justru semakin lama waktu yang dibutuhkan orang untuk terlelap, maka waktu tidur total makin singkat sehingga kualitas tidur pun menurun. Direktur medis di Sleep Disorders Centers, Arizona, Robert Rosenberg, DO, mengatakan bahwa insomnia psychophysiological adalah masalah nyata yang mempengaruhi sekitar 15 persen pasien insomnia kronis, demikian dikutip dari Prevention.

    "Orang-orang mengembangkan asosiasi negatif antara waktu tidur dan kamar tidurnya. Itu adalah siklus frustasi di mana insomsia psychophysiological disebabkan kecemasan yang berkembang dari ketidakmampuan kronis untuk tidur atau tetap tidur," papar Rosenberg.

    Kondisi tersebut menyebabkan kecemasan yang diterjemahkan ke dalam gairah neurokognitif yang berujung pada gangguan tidur Anda. Jika memang sulit membuat diri Anda tertidur, Rosenberg mengatakan coba gantilah pikiran\' negatif Anda dengan hal-hal yang positif.

    "Misalnya daripada berpikir 'ini akan merusak hariku jika tidak tidur dalam waktu 20 menit', lebih baik putar lagu kesukaan Anda lalu katakan 'Aku punya masalah tidur sebelumnya dan kini sudah bisa kuperbaiki'," jelas Rosenberg.

    Trik lainnya, jangan pergi ke tempat tidur sebelum Anda benar-benar merasa ngantuk, bahkan jika ini berarti menunda waktu tidur. Selain itu, bisa juga Anda mencomot beberapa camilan sehat seperti buah atau sayur, serta\' keju atau kerupuk yang menggabungkan karbohidrat kompleks.

    "Jangan pula Anda jadi pengamat dengan memperhatikan jam alarm sebab itu justru membuat Anda makin merasa cemas," pungkas Rosenberg.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:44 pm