Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tidur Awal Atau Larut, Gen Pengaruhi Kebiasaan Tidur Seseorang

    Share

    RiskaFitry

    4
    05.06.13

    Tidur Awal Atau Larut, Gen Pengaruhi Kebiasaan Tidur Seseorang

    Post  RiskaFitry on Tue Jan 21, 2014 6:38 am


    Mana yang lebih sering Anda lakukan, tidur awal dan bangun saat fajar, atau tidur larut dan baru bangun di siang hari? Menurut penelitian terbaru, ternyata kebiasaan tidur seseorang dipengaruhi oleh gen yang dimiliki.

    Para ahli yakin, gen menentukan secara persis, apakah seseorang menjadi terbiasa tidur awal atau larut malam. Demikian dilansir Daily Mail.

    Para peneliti mengumpamakan dua kebiasaan tidur ini sebagai burung lark dan burung hantu sesuai pola tidur kedua jenis burung itu. Orang yang sering tidur saat malam masih dini diumpamakan seperti burung lark, yakni burung pagi yang suka bernyanyi. Sedang mereka yang suka tidur larut malam dan terus berbaring hingga siang hari diumpamakan seperti burung hantu.

    Dr Louis Ptacek, ahli genetika saraf di Universitas California menyebutkan bahwa memahani kronotipe seseorang, atau waktu di mana kinerja tubuh seseorang berfungsi dengan baik, dapat membantu seseorang untuk hidup lebih sehat. Sebab tidur awal atau larut, bangun pagi atau siang, tidak hanya ditentukan oleh tingkat kerajinan saja, tetapi juga faktor genetik.

    "Suka atau tidak, orang tua memberitahu kita kapan saatnya tidur, berdasarkan gen yang telah mereka berikan," paparnya saat diwawancarai BBC.

    Semua orang memiliki jam sirkadian internal, yaitu sebuah jam tubuh yang terdiri dari ribuan sel saraf berbentuk sayap, terletak di hipotalamus otak. Hipotalamus terletak di dasar otak bagian depan dan merupakan pusat pengendalian jam biogis, suhu tubuh, sekresi hormon, dan fungsi biologis lain. Hipotalamus mengontrol segala macam fungsi tubuh, termasuk pelepasan hormon untuk mengatur suhu tubuh dan asupan air.

    Jam biologis tubuh, atau jam sirkadian, terprogram ulang setiap hari karena cahaya. Karena satu hari berlangsung selama 24 jam, mungkin Anda mengira bahwa semua orang akan melakukan pola tidur-bangun yang sama. Tetapi itu tidak benar. Jam biologis masing-masing orang berbeda. Itulah mengapa ada orang yang dilabeli 'larks' dan ada juga yang dilabeli seperti 'burung hantu'.

    Rick Neubig, profesor farmakologi di Michigam, mengatakan bahwa ia adalah seorang lark ekstrem. Ia tidur awal, bangun sangat pagi, dan melakukan aktivitas sejak fajar.

    "Orang-orang Eropa yang berkomunikasi dengan saya sering mengatakan bahwa mereka mendapat email dari saya pada waktu yang terlalu pagi," tuturnya.

    Baginya, bangun pagi dan menyaksikan burung-burung beterbangan sangatlah mudah. Padahal, sebagian besar orang lain kesulitan untuk bangun pagi. Dan kebiasaan bangun sangat pagi itu ada pada seluruh anggota\' keluarganya.

    "Ibu saya menyeretku dari tempat tidur pada pukul 4 pagi untuk pergi liburan, dan putri saya selalu berolahraga saat hari masih sangat pagi."

    Dr Louis Ptacek, peneliti yang menyelidiki keluarga dengan sindrom Familial Advanced Sleep Phase seperti pada keluarg Rick, mengatakan bahwa ia telah melakukan penelitian tentang pola tidur sejak lama. Yakni sejak salah satu koleganya bertemu dengan lansia 69 tahun yang mengeluh dan cemas karena ia bangun terlalu pagi.

    Penelitiannya menunjukkan bahwa bangun terlalu pagi atau bangun terlalu siang bisa disebabkan karena faktor gen. Dalam tubuh, terdapat gen yang bermutasi sehingga membentuk pola tidur sedemikian rupa.

    "Kami menemukan bahwa ini adalah sifat genetik yang kuat. Kami menemukan gen yang bermutasi berada di dekat ujung kromosom 2," ungkap Ptacek.

    Jika seseorang memiliki jam sirkadian yang cepat, orang tersebut cenderung bangun dan melakukan segala sesuatu lebih awal. Sedang jika seseorang memiliki jam sirkadian yang lebih lambat, ia cenderung tidur malam dan melakukan sesuatu lebih belakangan.


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 9:05 am