Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kebiasaan Bayi Ini Berdampak Buruk bagi Kesehatan

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Kebiasaan Bayi Ini Berdampak Buruk bagi Kesehatan

    Post  online on Sun Jan 26, 2014 12:32 pm


    Sejak di dalam kandungan, bayi punya kemampuan alami: refleks mengisap. Itu penting, agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Maka, jangan heran saat melihat posisi bayi mengisap ibu jarinya di USG.

    Ditemui di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, dr Marissa TS Pudjiadi, spesialis anak, menjelaskan, aktivitas itu memberikan rasa tenang dan nyaman pada bayi.
    “Terutama, saat mengalami reaksi emosional seperti tidak nyaman, mengantuk, bosan, tegang, takut atau lapar,” ucapnya.

    Selain jari atau tangan, bayi juga “hobi” mengisap lengan, bibir, dot, serta\' benda-benda lain. Marissa menganggap itu wajar, sebagai pemenuhan kebutuhan fase oral yang dialami bayi.
    “Fase tersebut dimulai sejak bayi lahir, dan biasanya akan menghilang perlahan sampai anak berusia 2 tahun,” jelas Marissa.

    Namun, ada sebagian anak yang masih terbiasa mengisap ibu jari, meski berusia lebih dari 2 tahun. Jika begitu, lanjut Marissa, orang tua patut khawatir.

    Sebab, terdapat dampak-dampak yang mampu berisiko pada kesehatan, bentuk rahang, gigi, hingga psikologi.

    Menurut penjelasan Marissa, berikut beberapa dampak buruk dari kebiasaan bayi mengisap jari.
    - Kebiasaan itu memengaruhi bentuk gigi dan rahang. Gigi anak berisiko menjadi maju (tonggos) dan rahang menjadi sempit serta\' dalam. Gigi pun menjadi lebih rapat karena lengkungnya menyempit. Ini juga bisa memengaruhi perkembangan pengucapan anak.
    - Perubahan juga dapat terjadi pada gigi dan menyebabkan open bite. Yakni, saat gigi geraham atas dan bawah mengatup, gigi depan atas dan bawah tetap terbuka.
    - Kebiasaan juga berisiko menyebabkan infeksi, karena kuman yang banyak terdapat pada jari dan kuku.
    - Jika kebiasaan terus dilakukan anak selama bertahun-tahun, ada pula kemungkinan ia diolok-olok teman-temannya yang dapat berdampak pada kemampuan sosialisasinya.
    - Mengisap ibu jari secara berlebihan pun merupakan indikator anak mengalami depresi. Efeknya beragam, mulai dari kepercayaan diri yang rendah, sulit diatur, minder, prestasi belajar rendah, dan sebagainya. Ini hanya terjadi pada sebagian anak.

    Bila anak masih mempertahankan kebiasaan ini bertahun-tahun, orangtua harus tahu faktor penyebab ketidaknyamanan dan kegelisahan pada anak.

    Jangan memarahi anak yang mengisap ibu jari, terutama ketika ia masih berusia di bawah 3 tahun. Alihkan perhatiannya, atau mulai ajak diskusi. Anak berusia di atas 3 tahun biasanya sudah dapat berbicara dan mampu merespons komunikasi.



      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 10:26 pm