Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Yesterday at 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Studi: Penyakit Dapat Dideteksi Lewat Bau Tubuh

    Share
    avatar
    Ri2nAmalia

    8
    16.06.13

    Studi: Penyakit Dapat Dideteksi Lewat Bau Tubuh

    Post  Ri2nAmalia on Mon Jan 27, 2014 6:08 am


    Menurut penelitian terbaru, penyakit dapat dideteksi lewat bau tubuh. Para peneliti dari Karolinska Institute, Swedia, mengatakan bahwa manusia bisa mencium aroma tubuh seseorang yang kekebalan tubuhnya dalam kondisi sangat aktif.
    "Dalam studi ini, kami telah mempelajari kemampuan manusia mendeteksi penyakit lewat bau," ujar salah seorang peneliti, Profesor Mats Olsson, seperti dilansir laman Daily Mail.

    Para peneliti juga mengungkapkan bahwa terdapat bukti bersifat anekdot dan ilmiah yang menunjukkan bahwa setiap penyakit memiliki bau tertentu. Mereka yang memiliki penyakit scrofula misalnya, disebut memiliki bau seperti bir basi.

    Sementara itu, mereka yang menderita diabetes kadang-kadang memiliki bau napas seperti aseton. Olsson menjelaskan, kemampuan mendeteksi lewat bau ini akan membantu manusia menghindari penyakit berbahaya.

    Dalam penelitian ini, Olsson bersama timnya meminta delapan partisipan sehat untuk mengunjungi laboratorium mereka. Kemudian, para partisipan disuntik dengan sejenis lipopolisakarida (LPS).

    Delapan partisipan ini juga menggunakan kaus ketat untuk menyerap keringat mereka selama empat jam. Setelah itu, sekelompok relawan yang terdiri dari 40 orang diminta mencium sampel keringat delapan orang tersebut.

    Hasilnya, kaus partisipan yang telah disuntik LPS memiliki bau yang tidak menyenangkan dibandingkan kaus lainnya. Selain itu, kaus milik partisipan yang disuntik LPS memiliki bau tidak sehat.


      Waktu sekarang Sat Aug 19, 2017 11:38 pm