Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Studi: Penyakit Dapat Dideteksi Lewat Bau Tubuh

    Share

    Ri2nAmalia

    8
    16.06.13

    Studi: Penyakit Dapat Dideteksi Lewat Bau Tubuh

    Post  Ri2nAmalia on Mon Jan 27, 2014 6:08 am


    Menurut penelitian terbaru, penyakit dapat dideteksi lewat bau tubuh. Para peneliti dari Karolinska Institute, Swedia, mengatakan bahwa manusia bisa mencium aroma tubuh seseorang yang kekebalan tubuhnya dalam kondisi sangat aktif.
    "Dalam studi ini, kami telah mempelajari kemampuan manusia mendeteksi penyakit lewat bau," ujar salah seorang peneliti, Profesor Mats Olsson, seperti dilansir laman Daily Mail.

    Para peneliti juga mengungkapkan bahwa terdapat bukti bersifat anekdot dan ilmiah yang menunjukkan bahwa setiap penyakit memiliki bau tertentu. Mereka yang memiliki penyakit scrofula misalnya, disebut memiliki bau seperti bir basi.

    Sementara itu, mereka yang menderita diabetes kadang-kadang memiliki bau napas seperti aseton. Olsson menjelaskan, kemampuan mendeteksi lewat bau ini akan membantu manusia menghindari penyakit berbahaya.

    Dalam penelitian ini, Olsson bersama timnya meminta delapan partisipan sehat untuk mengunjungi laboratorium mereka. Kemudian, para partisipan disuntik dengan sejenis lipopolisakarida (LPS).

    Delapan partisipan ini juga menggunakan kaus ketat untuk menyerap keringat mereka selama empat jam. Setelah itu, sekelompok relawan yang terdiri dari 40 orang diminta mencium sampel keringat delapan orang tersebut.

    Hasilnya, kaus partisipan yang telah disuntik LPS memiliki bau yang tidak menyenangkan dibandingkan kaus lainnya. Selain itu, kaus milik partisipan yang disuntik LPS memiliki bau tidak sehat.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:25 am