Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Pati Jagung Modifikasi Bisa Jadi Alternatif Gelatin dalam Pembuatan Permen Jeli

    Share

    MaryaniSoleha

    5
    30.01.14

    Pati Jagung Modifikasi Bisa Jadi Alternatif Gelatin dalam Pembuatan Permen Jeli

    Post  MaryaniSoleha on Tue Feb 04, 2014 6:49 am


    Permen jeli disukai karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang asam-manis. Sekilas, permen jeli aman dikonsumsi. Padahal, salah satu bahannya adalah gelatin yang bisa saja berasal dari babi.

    Gelatin adalah bahan alami yang diperoleh dari hasil hidrolisis parsial kolagen. Di industri farmasi, gelatin juga menjadi bahan baku penting dalam pembuatan kapsul. Luasnya penggunaan gelatin di bidang industripun membuat permintaan akan bahan pengental ini meningkat dari tahun ke tahun.

    Sayang, permintaan tersebut sebagian besar dipenuhi oleh gelatin impor. Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah impor gelatin pada 2007 mencapai 2.715.782 kg dengan nilai US$ 9.535.128 (Rp 116,5 miliar). Di Indonesia, belum ada satupun industri yang memproduksi gelatin.

    Gelatin impor bisa berasal dari kulit dan tulang sapi, ikan, atau babi. Gelatin yang diperoleh dari babilah yang meresahkan konsumen muslim. Apalagi, tak sedikit produsen yang tidak mencantumkan sumber gelatin dalam produk mereka.

    Berdasarkan data Gelatine Manufacturers of Europe tahun 2002, produksi gelatin dunia dari kulit babi sebanyak 41%, sedangkan kulit sapi 'hanya' 26%. Gelatin babi lebih diminati karena lebih murah daripada gelatin sapi. Harga gelatin babi Rp 80.000/kg, sementara gelatin sapi Rp 200.000/kg.

    Kehalalan tak hanya penting bagi konsumen, tapi juga bagi produsen. Produsen yang ingin produknya diterima secara luas oleh konsumen perlu mendapat pengakuan dari lembaga yang berwenang menjamin kehalalan produk, yakni Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

    Untuk mendapat pengakuan tersebut, proses sertifikasi halal perlu dilaksanakan terlebih dahulu. Produk berbahan gelatin akan melewati proses sertifikasi yang cukup rumit karena berbahan hewani. Berbeda dengan produk berbahan nabati yang lebih mudah memperoleh sertifikat halal.

    Pati bisa menjadi alternatif nabati pembentuk gel dalam pembuatan permen jeli. Namun, pati alami memiliki beberapa kelemahan seperti membentuk kekentalan produk yang terlalu tinggi serta\' tidak tahan panas, asam, dan pengadukan saat diolah. Sifat-sifat ini tak diinginkan dalam pembuatan permen jeli.

    Menurut penelitian Universitas Sao Paulo State di Amerika, pati yang dimodifikasi dengan asam (acid hydrolyzed modified starch) dapat digunakan sebagai alternatif dengan proporsi tertentu terhadap jumlah gelatin yang digunakan.

    Pati jagung modifikasi tersebut memiliki kekentalan yang rendah meski digunakan dalam jumlah lebih besar. Hal ini penting dalam pembuatan permen jeli. Permen yang dihasilkan juga memiliki tekstur, rasa, dan tampilan lebih menarik.

    Penggunaan pati termodifikasi asam memiliki prospek cerah di industri pangan, khususnya permen jeli. Permintaan konsumen akan produk yang menarik, inovatif, dan halalpun dapat terpenuhi.

    Bagaimanapun juga, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jumlah pati modifikasi yang diperlukan untuk menghasilkan permen jeli dengan karakteristik yang diinginkan tanpa memakai gelatin.


    SUMBER: Jurnal Halal No. 105 edisi Januari-Februari 2014


      Waktu sekarang Thu Dec 08, 2016 7:05 am