Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Efek Samping Mengunyah Permen Karet untuk Kesehatan

    Share

    MaryaniSoleha

    5
    30.01.14

    Efek Samping Mengunyah Permen Karet untuk Kesehatan

    Post  MaryaniSoleha on Tue Feb 04, 2014 7:14 am


    Konon kebiasaan mengunyah permen karet mencegah otak menjadi lemot, selalu waspada, di samping dapat menahan lapar dan mengurangi stres. Ada juga yang bilang mengunyah permen karet membuat seseorang terlihat 'cool'. Tapi tahukah Anda ebiasaan ini juga ada efek sampingnya?

    Agar Anda bisa mengantisipasinya, simak beberapa efek samping dari mengunyah permen karet seperti dikutip dari Foxnews.

    1. Mengurangi makan buah

    Mengunyah permen karet sebelum makan seringkali dikatakan dapat mengurangi rasa lapar dan porsi makan. Namun baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Eating Behaviors mengatakan meskipun makan permen karet tak menambah kalori yang dikonsumsi seseorang, tapi kebiasaan ini juga mengurangi asupan makanan sehat (buah), terutama permen karet rasa mint.

    Selain itu, orang yang terbiasa makan permen karet juga makin cenderung memilih junk food seperti kripik kentang dan permen sebagai asupan. Peneliti pun percaya rasa mint dari permen karet membuat buah dan sayuran terasa pahit. Ganti konsumsi permen karet Anda dengan teh hijau yang dapat mengurangi nafsu makan dan menurunkan berat badan.

    2. Memicu nyeri pada rahang

    Mengunyah permen karet juga dapat menyebabkan munculnya gejala temporomandibular joint (TMJ), atau nyeri pada rahang akibat otot dan sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak terlalu sering digunakan.

    Parahnya kondisi ini bisa menyebar hingga ke kepala dan leher sehingga menyebabkan sakit kepala, nyeri di telinga atau sakit gigi dari waktu ke waktu. Daripada mengunyah permen karet, ganti saja dengan apel yang tak hanya ringan untuk dikunyah tapi juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

    3. Menyebabkan gangguan usus

    "Mengunyah permen karet dapat mengakibatkan gangguan usus, terutama irritable bowel syndrome (IBS) karena kelebihan udara bisa tertelan sehingga berkontribusi pada nyeri perut dan kembung yang menjadi salah satu gejala IBS," terang Dr Patrick Takahashi, kepala divisi gastroenterologi di St Vincent Medical Center LA.

    Lagipula pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang terkandung dalam permen karet juga dapat menyebabkan diare pada orang-orang sehat sekalipun.

    4. Merusak gigi

    Menghindari pemanis buatan tak melulu karena menyebabkan diabetes atau gangguan kesehatan lain, tapi Dr Don Atkins, dokter gigi dari Long Beach, California memperingatkan bila kebanyakan mengonsumsi pemanis buatan, seperti yang terkandung pada permen karet, juga membuat gigi bermandikan gula dan menyebabkan kerusakan gigi.

    5. Melepaskan merkuri ke dalam tubuh

    Ini berlaku untuk orang-orang berkawat gigi yang gemar makan permen karet. Perlu diketahui bila tambalan pada kawat gigi terbuat dari kombinasi antara perak, merkuri dan timah. Gawatnya, mengunyah permen karet dapat melepaskan merkuri dari tambalan itu ke dalam tubuh.

    Padahal kadar merkuri yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti penyakit kronis dan gangguan mental. Beruntung menurut Takahashi, bila merkurinya tak banyak maka ini takkan berbahaya bagi tubuh.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 5:30 pm