Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Begini Caranya Agar Anak Tak Sering-sering Minum Antibiotik

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Begini Caranya Agar Anak Tak Sering-sering Minum Antibiotik

    Post  via on Thu Feb 06, 2014 2:30 pm


    Meski diimbau untuk tidak sembarangan, ada kalanya dokter memang harus meresepkan antibiotik untuk anak. Agar tidak perlu dihadapkan pada risiko dan efek sampingnya, maka pencegahan menjadi langkah terbaik untuk dilakukan.

    Para ahli kesehatan mengatakan menjaga anak agar jangan terinfeksi kemudian sakit adalah cara paling bijak untuk menghindari penggunaan antibiotik. Banyak cara yang bisa dilkakukan, seperti dirangkum detikHealth, berikut ini.

    1. Jaga asupan makan

    Agat tidak mudah terinfeksi, syarat utama yang harus dipenuhi tentu saja daya tahan tubuh yang kuat. Salah satu cara untuk menjaganya adalah dengan memperhatikan kecukupan gizi seimbang.

    "Orang tua harus mengetahui seni memberikan makanan dan minuman pada anak agar mau makan," kata Prof dr Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD, pakar farmakoepidemologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

    2. ASI

    Pada anak bayi yang masih mendapatkan Air Susu Ibu (ASI), maka pemenuhan gizi perlu juga dilakukan saat menyusui. Pemberian ASI perlu diperbanyak pada kondisi-kondisi tertentu, seperti musim hujan ketika banyak orang sakit di sekitar anak.

    "Kebanyakan anak demam karena virus. Itu obat utamanya makan banyak, kalo bayi ya ASI yang banyak," kata dr Aditya Suryansyah, SpA dari RS Anak dan Bunda Harapan Kita.

    3. Istirahat yang cukup

    Setelah gizi seimbang terpenuhi, maka istirahat yang cukup menjadi kebutuhan berikutnya. Daya tahan tubuh berada di titik paling lemah saat seseorang kelelahan fisik maupun mental. Demikian juga anak-anak, harus dipastikan cukup istirahat agar tidak mudah sakit.

    "Yang penting makro nutrien dan mikro nutrien tercukupi, imunisasi, dan istirahat cukup," kata dr Marissa TS Pudjiadi, penulis buku kesehatan yang juga dokter anak di RS Premier Jatinegara.

    4. Hidup bersih

    Infeksi umumnya datang dari lingkungan yang tidak bersih. Kuman ada di mana-mana, dan dengan mudah akan mudah masuk ke tubuh anak-anak bila kebersihan pribadi atau personal hygyene tidak terjaga.

    Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagaimana yang selalu diserukan oleh Kementerian Kesehatan penting untuk diterapkan. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan bisa mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh.

    5. Jangan sungkan tanya dokter

    Kalaupun terpaksa harus sakit, maka pastikan apa penyakit dan penyebabnya. Antibiotik dibutuhkan apabila penyebab sakitnya adalah infeksi mikroba, misalnya bakteri. Perlu dipastikan karena kebanyakan batuk pilek pada anak disebabkan oleh virus yang tidak mempan diobati dengan antibiotik.

    "Kalo dikasih antibiotik harus tanya apa penyebab sakitnya. Pasien boleh tanya ke dokter, kalo dokter nggak jawab berarti dokternya nggak profesional," dr Aditya.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:30 pm