Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kazakhstan Larang Wanita Pakai Celana Dalam Berenda

    Share

    La Rose

    75
    16.08.11

    Kazakhstan Larang Wanita Pakai Celana Dalam Berenda

    Post  La Rose on Wed Feb 19, 2014 7:23 am


    Kaum wanita turun ke jalan-jalan di Kazakhstan untuk memprotes aturan pemerintah mengenai larangan mengenakan celana dalam berenda. Aksi demo yang diberi nama "Celana dalam untuk Presiden" ini digelar di kota Almaty.

    Dalam aksi tersebut, tiga wanita ditahan karena mencoba memasang celana dalam berenda ke sebuah monumen kota. Menurut media Rusia, Moscow Times, aturan ini rencananya akan mulai diberlakukan musim panas ini di Kazakhstan, juga Rusia dan Belarus.

    Sesuai aturan kontroversial itu, celana dalam berenda dilarang dikenakan karena tidak bisa menjaga kelembapan sehingga tidak baik bagi kesehatan wanita. Tak ayal, kebijakan ini diprotes kaum wanita Kazakhstan karena tak seharusnya urusan pakaian dalam dicampuri pemerintah.

    "Ini sangat menjengkelkan saya karena otoritas ingin memutuskan apa yang harus saya pakai," cetus Iryna Davydenko, manajer bank yang kerap bepergian antara Kazakhstan, Rusia dan Ukraina.

    "Seakan-akan semua masalah lain di negara ini sudah selesai dan satu-satunya masalah besar adalah celana dalam wanita," kata wanita itu seperti dilansir Al Arabiya.

    Larangan ini dianggap melanggar kebebasan pribadi.

    "Pelarangan celana dalam sintetis di tingkat pemerintah adalah keterlaluan," tutur seorang wanita Kazakhstan yang tak ingin disebut namanya. "Ini urusan pribadi yang harusnya diputuskan sendiri oleh setiap wanita. Kenapa mereka tidak melarang hal yang memang berbahaya, seperti rokok atau alkohol?" tandas wanita itu.

    Kabarnya, banyak wanita di negeri bekas Uni Soviet itu yang telah membeli banyak celana dalam berenda sebelum aturan tersebut diberlakukan nantinya.


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 5:31 pm