Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Kazakhstan Larang Wanita Pakai Celana Dalam Berenda

    Share
    avatar
    La Rose

    76
    16.08.11

    Kazakhstan Larang Wanita Pakai Celana Dalam Berenda

    Post  La Rose on Wed Feb 19, 2014 7:23 am


    Kaum wanita turun ke jalan-jalan di Kazakhstan untuk memprotes aturan pemerintah mengenai larangan mengenakan celana dalam berenda. Aksi demo yang diberi nama "Celana dalam untuk Presiden" ini digelar di kota Almaty.

    Dalam aksi tersebut, tiga wanita ditahan karena mencoba memasang celana dalam berenda ke sebuah monumen kota. Menurut media Rusia, Moscow Times, aturan ini rencananya akan mulai diberlakukan musim panas ini di Kazakhstan, juga Rusia dan Belarus.

    Sesuai aturan kontroversial itu, celana dalam berenda dilarang dikenakan karena tidak bisa menjaga kelembapan sehingga tidak baik bagi kesehatan wanita. Tak ayal, kebijakan ini diprotes kaum wanita Kazakhstan karena tak seharusnya urusan pakaian dalam dicampuri pemerintah.

    "Ini sangat menjengkelkan saya karena otoritas ingin memutuskan apa yang harus saya pakai," cetus Iryna Davydenko, manajer bank yang kerap bepergian antara Kazakhstan, Rusia dan Ukraina.

    "Seakan-akan semua masalah lain di negara ini sudah selesai dan satu-satunya masalah besar adalah celana dalam wanita," kata wanita itu seperti dilansir Al Arabiya.

    Larangan ini dianggap melanggar kebebasan pribadi.

    "Pelarangan celana dalam sintetis di tingkat pemerintah adalah keterlaluan," tutur seorang wanita Kazakhstan yang tak ingin disebut namanya. "Ini urusan pribadi yang harusnya diputuskan sendiri oleh setiap wanita. Kenapa mereka tidak melarang hal yang memang berbahaya, seperti rokok atau alkohol?" tandas wanita itu.

    Kabarnya, banyak wanita di negeri bekas Uni Soviet itu yang telah membeli banyak celana dalam berenda sebelum aturan tersebut diberlakukan nantinya.


      Waktu sekarang Sun Jul 23, 2017 3:50 pm