Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kisah Polisi Ukraina Jatuh Cinta dengan Pengunjuk Rasa

    Share

    nancyaristia

    19
    13.01.14

    Kisah Polisi Ukraina Jatuh Cinta dengan Pengunjuk Rasa

    Post  nancyaristia on Wed Feb 26, 2014 7:40 am


    Di tengah pergolakan politik di Ukraina, terukir kisah cinta seorang pengunjuk rasa dan perwira polisi di kota Kiev. Ia adalah Lidia Pankiv, seorang wanita berusia 24 tahun yang menjadi salah seorang pengunjuk rasa bersama ribuan orang lainnya yang menuntut perubahan dan melawan korupsi.
    Di tengah aksi unjuk rasa, Lidia justru terlibat kisah cinta. Dilansir Daily Mail, Lidia berkisah pertemuannya dengan perwira polisi itu. Saat itu, ia berdiri di dekat berikade polisi dan mendapat telepon dari seorang teman yang memintanya untuk membantu menemukan seseorang yang telah ditangkap.

    "Dia meminta saya menulis sesuatu. Saya mengatakan padanya untuk menelepon saya dan memberinya nomor telepon yang harus dihubungi. Saya mengucapkannya dua kali dengan keras dan berteriak," ujarnya.

    Beberapa saat kemudian, bukannya mendapat panggilan telepon, ia justru menerima pesan teks. Menariknya, pesan teks itu bukan dari sang teman, tapi dari salah seorang petugas polisi yang berdiri di tepat di depannya.

    Polisi yang namanya dirahasiakan itu tiba-tiba melamar Lidia. Pesan tersebut jelas mengejutkannya. Di tengah-tengah sekumpulan orang bersenjata dan orang-orang yang harus dia lindungi, ia justru jatuh cinta.

    "Meskipun suasana sangat ribut, saya ingat nomor teleponmu saat kamu memberikannya kepada temanmu. Saya bahkan tidak tahu nama kamu. Saya berdiri di malam hari dengan senjata di depanmu. Saat kamu berhenti, saya menyadari bahwa saya ingin menikah," demikian isi pesan teks yang diterima Lidia.

    Di depan barikade polisi di Maidan, di mana puing-puing pertempuran terjadi, di sanalah kencan pertama mereka berlangsung. Lidia mengaku bahwa awalnya ia setuju bertemu dengan polisi tersebut untuk meyakinkannya bahwa ia berada di pihak yang salah. Ia bahkan tidak berharap dirinya akan jatuh cinta. Namun kenyataannya



      Waktu sekarang Sat Oct 01, 2016 5:27 pm