Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    supaya bayi lahir normal

    Share

    lily.putih

    120
    Age : 37
    10.08.09

    supaya bayi lahir normal

    Post  lily.putih on Sat Sep 05, 2009 11:05 am

    ANAK bagi kebanyakan pasangan dianggap sebagai buah cinta. Saking berartinya kehadiran seorang anak di tengah keluarga, banyak pasangan sangat berhati-hati ketika istri mulai hamil.

    Kehati-hatian yang ditunjukkan oleh pasangan sebenarnya cukup beralasan. Karena masa-masa kehamilan adalah masa paling rawan bagi ibu ataupun bagi bayi yang dikandungnya. Tujuannya tentu agar bayi yang dilahirkan berada dalam kondisi yang sehat dan tidak kekurangan apa pun, baik fisik maupun mental.

    Banyak faktor yang bisa membuat janin yang dikandung tidak lahir dengan sempurna. Mengalami kecacatan fisik permanen misalnya hingga terlahir dengan cacat mental. Faktor itu antara lain, selama hamil ibu mengonsumsi obat-obatan tanpa sepengetahuan dokter, kekurangan gizi dan stres bisa mempertinggi peluang bayi yang dilahirkan akan cacat.

    “Setiap wanita hamil memiliki masa-masa peka dan rawan. Pada masa ini terdapat tahap yang sangat membahayakan bagi janin yang dikandungnya. Jika dalam masa-masa peka atau rawan ini si ibu mengonsumsi obat-obatan, bisa menyebabkan keguguran,” kata dokter spesialis kandungan, dr Djalil Anshori, SpOG.

    Untuk menghindari kelahiran bayi cacat fisik ataupun mental, Djalil mengaku ada beberapa hal paling penting yang harus diikuti oleh ibu. Di antaranya menjauhkan diri dari obat-obat tertentu termasuk obat penenang, hindari stres berkepanjangan hingga menjaga kandungan protein yang masuk ke dalam tubuh.

    “Biasanya ibu yang mengalami kehamilan, kondisi badan melemah. Ketegangan mental semakin meningkat sehingga timbul perasaan jengkel. Bagi ibu yang tidak sabar, akan sembarangan membeli dan meminum obat tertentu. Bahkan, banyak ibu hamil justru menyukai minum obat penenang,” katanya.

    Sepintas, menurut Djalil, obat penenang memang dapat menghindari beban stres semasa kehamilan. Namun, pemakaian obat penenang justru sangat membahayakan dan menjadi penyebab cacat pada janin yang dikandungnya.

    “Paling rawan jika meminum obat penenang dilakukan pada minggu kelima dan minggu ketujuh kehamilan,” tutur dokter alumnus UI tersebut.

    Pada usia kehamilan yang semakin tua, Djalil menyarankan agar wanita yang tengah hamil berusaha untuk mengatasi ketegangan emosional.

    Di usia kehamilan yang semakin tua, pada umumnya ketegangan emosional semakin tinggi. Walaupun hal ini sulit untuk dihindarkan, setidaknya ada usaha yang kuat untuk menghindarinya. Kecacatan fisik maupun gangguan mental pada anak, menurut Djalil, telah menjadi penelitian dari peneliti Amerika yang terkenal dengan nama Fels.

    Dalam hasil penelitiannya ditemukan bahwa wanita hamil dengan susunan saraf otonom yang labil, memiliki fetus-fetus paling aktif. Kondisi seperti ini akan menyebabkan ibu hamil mengalami ketegangan emosi, reaktif, dan mudah tersinggung.

    Akibat dari keguncangan emosi ini, biasanya anak akan terlahir dengan berat badan yang kurang dibanding dengan panjangnya. Pada perkembangan berikutnya, anak akan mengalami gangguan sulit makan.

    Akibat lain, jika keguncangan psikis ibu terjadi pada bulan pertama kehamilan. Biasanya anak akan terlahir dengan gangguan mental yang kurang normal. Gangguan ini biasanya disebut dengan down syndrome. Sedangkan jika gangguan emosi terjadi pada bulan kedua kehamilan, maka akan mengakibatkan terjadinya gangguan sindrom nafsu terhambat.

    Anak-anak yang demikian akan memiliki ciri apatis, pasif, dan tampak tidak bergairah. Hal lain yang harus dihindarkan selama masa kehamilan, menurut Djalil, adalah kepercayaan terhadap tahayul. Misalnya jika ibu suka memandang foto atau poster yang indah-indah anak yang dilahirkan akan memiliki paras yang elok.

    “Memang terdapat penelitian terhadap kepercayaan tahayul, namun sebisa mungkin ibu hamil harus tetap dapat mengendalikan diri dengan sebaik-baiknya,” katanya. Jika ibu hamil sangat mempercayai tahayul, maka hal tersebut akan memengaruhi instabilitas hormonal.

    sumber: okezone.com

      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 9:29 am