Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Kondisi Psikologis Ini Kerap Dialami Wanita Usai Keguguran

    Share
    avatar
    Citra_Twitty

    4
    01.01.14

    Kondisi Psikologis Ini Kerap Dialami Wanita Usai Keguguran

    Post  Citra_Twitty on Sun Mar 23, 2014 11:18 am


    Mengandung jadi sebuah anugerah terbesar yang dimiliki oleh wanita. Merasakan setiap gerakan dan perkembangan calon bayi dalam rahim selama 9 bulan, menjadi kebahagiaan yang tak dapat diungkapkan lewat kata-kata.

    Tapi, ketika dihadapkan dengan kondisi janin yang lemah, hingga menyebabkan keguguran, tak banyak wanita yang siap menghadapinya. Perasaan bersalah dan meyesal, kerap menghantui ibu selama beberapa hari, minggu, bulan bahkan tahun.

    Dalam acara Kesuburan Wanita dan Pencegahan Keguguran serta\' Dampak Psikologisnya, psikolog Anna Surti Ariani menuturkan bahwa rasa sedih yang berlebih adalah kondisi normal yang dialami saat mengalami keguguran.

    "Saat tahu dirinya keguguran, biasanya para ibu nggak percaya, kaget, merasa hancur, bersalah, marah. Itu umum terjadi," ujarnya saat ditemui di Plaza Indonesia.

    Tak hanya itu, setidaknya ada 4 kondisi psikologis yang akan dihadapi wanita ketika mengalami keguguran. Apa sajakah itu?

    Keluhan somatik
    Perasaan depresi kerap diikuti oleh keluhan-keluhan fisik, seperti sakit kepala, nyeri, dan mual. Ini disebabkan karena ketika mengalami stres atau tekanan psikologis, otak akan memicu sistem di hipotalamus, suatu bagian pengatur di otak untuk mengaktifkan sistem neurotransmitter, sistem saraf otonom dan sistem saraf endokrin.

    "Keterlibatan faktor-faktor ini yang membuat kondisi tekanan psikologis bisa menghasilkan suatu kondisi fisik berupa keluhan-keluhan psikosomatik," ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini.

    Tidak nyaman dengan tubuh
    Perubahan kondisi tubuh dari hamil hingga mengalami keguguran, menyebabkan banyak wanita tidak lagi merasa nyaman dengan tubuhnya. Terutama ketika ia tidak lagi dapat merasakan adanya janin dalam perutnya.

    "Saat mengalami keguguran, ibu biasanya akan sulit menerima kondisi tubuhnya. Sehingga ada kalanya dia merasa perutnya yang kembali mengecil itu membuat dia tidak merasa nyaman," lanjutnya.

    Kehilangan kepercayaan diri
    Nina menjelaskan bahwa keguguran merupakan peristiwa yang sulit diterima oleh wanita. Apalagi, jika kehamilan tersebut sudah lama dinantikan oleh ia dan pasangan. Sehingga menyebabkan hilangnya rasa percaya diri untuk kembali merasakan kehamilan.

    Merasa tidak berdaya
    "Setelah keguguran, wanita jadi merasa tidak seperti wanita seutuhnya. Lemas. Nggak bisa berbuat apa-apa. Lalu menyesali diri sendiri," lanjut dia.


      Waktu sekarang Sat Jul 22, 2017 7:57 pm