Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Terpukau Keindahan Air Terjun di Dalam Gua

    Share

    latifa49

    10
    30.01.14

    Terpukau Keindahan Air Terjun di Dalam Gua

    Post  latifa49 on Wed Mar 26, 2014 6:18 am


    Ruby Falls menjadi salah satu destinasi wisata paling diminati di Tennessee, Amerika Serikat (AS). (facebook.com/RubyFallsCave)

    Lookout Mountain di Tennessee, Amerika Serikat (AS), terkenal dengan fitur geologinya yang tak biasa. Salah satunya adalah air terjun bawah tanah yang terletak 341 meter di bawah permukaan gunung. Dinamakan Ruby Falls, air terjun setinggi 44 meter tersebut berlokasi di dalam gua kapur.
    Sejarah panjang menyertai air terjun unik ini. Pada tahun 1905, pintu masuk gua Lookout Mountain ditutup bagi publik menyusul pembangunan terowongan kereta api oleh Southern Railroad Company. Lebih dari dua dekade kemudian, seorang pencinta gua bernama Leo Lambert memutuskan untuk membuka kembali gua tersebut.

    Pada tahun 1923, Lambert yang sudah pernah menjelajahi gua Lookout Mountain sebelum ditutup, mengajak investor untuk mewujudkan idenya tersebut. Gagasan Lambert antara lain mengebor lubang untuk lift di bagian lain gunung. Tujuannya agar gua bisa diakses dari permukaan atas.

    Proyek ini kemudian dimulai pada musim gugur 1928. Namun saat menggali lubang untuk lift pada 28 Desember 19298, pekerja menemukan kekosongan pada batu dan merasakan adanya semburan udara. Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan bukaan setinggi 45,7 sentimeter dan lebar 1,5 meter.

    Lambert bersama tim kecil memasuki bukaan tersebut untuk menemukan kemungkinan gua baru. Saat eksplorasi ini, mereka menemukan sejumlah formasi batu yang indah dan tak biasa.
    Semakin dalam menelusuri gua, Lambert dan timnya menemukan sebuah air terjun. Mereka bergegas kembali ke permukaan untuk berbagi penemuan luar biasa ini kepada anggota\' tim lainnya.

    Dalam eksplorasi selanjutnya Lambert membawa beberapa orang, termasuk sang istri, Ruby. Lambert kemudian memberitahu sang istri bahwa ia akan menamakan air terjun itu sesuai namanya, yakni Ruby Falls.

    Ruby Falls dibuka bagi publik pada tahun 1930. Sejak saat itu, jutaan pengunjung pernah menyambangi tempat ini.

    Sumber: rubyfalls.com


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 7:15 am