Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Anda Pelupa? Bisa Jadi Karena Faktor Genetik

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Anda Pelupa? Bisa Jadi Karena Faktor Genetik

    Post  flade on Sat Mar 29, 2014 11:51 am


    Pernahkah anda mengalami beberapa hal seperti berjalan kembali ke tempat yang sama karena merasa melupakan sesuatu, atau mungkin anda lupa dimana meletakkan kunci mobil?

    Banyak yang berpikiran hal tersebut terjadi disaat seseorang sedang memiliki terlalu banyak pikiran\', sehingga tidak bisa berkonsentrasi. Namun tahukah anda bahwa pelupa bisa jadi merupakan faktor genetik. Kali ini anda bisa sedikit menyalahkan faktor satu ini.

    Sebuah studi dalam jurnal Neuriscience Letters menunjukkan adanya kaitan orang pelupa dengan faktor gen. Para peneliti dari Universitas Bonn telah mengidentifikasi varian gen pada DRD2 yang tampaknya dikaitkan dengan peningkatan rasa mudah lupa.

    Setiap orang memiliki salah satu dari dua varian gen DRD2, perbedaannya hanya pada satu huruf dalam kode genetik: Beberapa orang memiliki sitosin (C) varian, sementara yang lain memiliki timin (T) varian. Para peneliti ingin mengetahui bagaimana varian diatas bisa dikaitkan dengan kelupaan seseorang.

    Maka untuk menguji varian ini, para peneliti menganalisis gen DRD2 dari 500 peserta penelitian, dan juga para peserta tersebut telah mengikuti survei yang berkaitan dengan kelupaan yang sering terjadi pada mereka.
    Sebagian besar peserta penelitian memiliki varian gen timin, sedangkan seperempat lainnya memiliki varian gen sitosin. Para peneliti menemukan hubungan antara masalah memori lebih dimiliki oleh varian gen timin dari DRD2. Sedangkan varian gen sitosin tampaknya memiliki efek melawan rasa lupa atau dengan kata lain punya memori yang lebih kuat.

    Ketua Peneliti Dr.Sebastian Markett, dari Universitas Bonn, Jerman, mengatakan terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memperkuat memori, seperti menulis catatan, atau meletakkan kunci pada satu tempat yang sama, bukan meletakkannya secara sembarangan.
    Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal BMC Psikologi juga menunjukkan bahwa laki-laki lebih mungkin mengalami gangguan ingatan dibandingkan perempuan.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 3:13 pm