Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Shibuya Tawarkan Jelajah Waktu Ke Era Jepang Kuno

    Share

    RimaSyana

    7
    22.03.14

    Shibuya Tawarkan Jelajah Waktu Ke Era Jepang Kuno

    Post  RimaSyana on Tue Apr 08, 2014 6:08 am


    Taman di Rumah Asakura, Shibuya, Jepang (RocketNews24)

    Di Jepang, kota yang terkenal sebagai pusat budaya adalah Kyoto, yang di periode Jepang Kuno, merupakan pusat pemerintahan Kaisar. Tapi, ternyata peninggalan masa lalu Jepang Kuno tidak semuanya berada di Kyoto. Buktinya, terdapat “mesin waktu” istimewa di kawasan populer Tokyo, Shibuya.

    Nama tempat itu Ky? Asakura House. Dibangun tahun 1919 di era Taisho, rumah kuno tersebut merupakan peninggalan turun-temurun keluarga Asakura.


    Rumah Asakura dibangun di era Taisho pada tahun 1919 dan dijadikan Properti Budaya Penting oleh pemerintah Jepang pada tahun 2004. |FOTO: RocketNews24

    Seperti layaknya keluarga bangsawan di era Taisho, Torajiro Asakura, sang pendiri, membangun rumahnya dengan formasi arsitektural lengkap, termasuk di dalamnya, pendopo untuk tempat pertemuan.

    Torajiro Asakura sendiri pada waktu itu merupakan Ketua Perkumpulan Warga Perfektur Tokyo sekaligus Ketua Perkumpulan Warga Shibuya. Karena itu, pendopo di rumahnya merupakan bagian penting dalam kegiatan sehari-harinya.

    Mengingat sejarah yang terukir di rumah tersebut, Pemerintah Jepang meresmikan Ky? Asakura House sebagai Properti Budaya Penting pada 2004, dan kini dibuka untuk umum.

    Yang menjadikan Ky? Asakura House istimewa tentu saja nuansa berbeda yang ditawarkan begitu kaki melangkah ke gerbang depan. Kontras dengan suasana hiruk pikuk kota besar, halaman Ky? Asakura House begitu tenang, terutama dengan desain dan tata letak yang menggambarkan era Taisho secara kental.

    Selain itu, rumah tersebut juga selamat dari bencana gempa bumi besar, yakni gempa bumi Kanto pada 1923 serta\' saat Perang Dunia II merambah Tokyo, yang membuktikan bahwa bahkan di era Taisho, para arsitek Jepang sudah menguasai tehnik membangun rumah tahan gempa.


    Taman Maple di Rumah Asakura yang menjadi primadona pengunjung di musim gugur. |FOTO: RocketNews24

    Namun yang menjadi primadona di Ky? Asakura House adalah tamannya. Dibangun serupa dengan taman kerajaan di era Taisho, Rumah Asakura punya ruang terbuka hijau yang begitu luas dan indah, lengkap dengan jalan setapak, danau serta\' barisan lampion yang akan mempercantik taman di malam hari.

    Hebatnya, seluruh tanaman di taman tersebut diseleksi secara ketat yang tumbuh berdasarkan musim, seperti bunga azalea yang akan serentak mekar di musim semi dan pohon maple yang akan berwarna keemasaan di musim gugur.

    Tentu saja tidak gratis memasuki Ky? Asakura House, namun tiket untuk menikmati era Jepang kuno ini cukup terjangkau, yakni 100 yen atau setara Rp10 ribu untuk orang dewasa dan 50 yen atau Rp5 ribu untuk anak-anak. Sementara untuk lansia dan penyandang cacat, bisa memasuki rumah bersejarah tersebut dengan cuma-cuma.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 9:13 pm