Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hormon Jatuh Cinta Bikin Orang Rela Berbohong

    Share

    erlita

    20
    28.08.11

    Hormon Jatuh Cinta Bikin Orang Rela Berbohong

    Post  erlita on Thu Apr 10, 2014 6:36 am


    Jatuh cinta berjuta rasanya. Jatuh cinta juga membuat seseorang mabuk kepayang. Saat orang sedang jatuh cinta, hormon oksitosin di dalam tubuh meningkat, sehingga kepercayaan dan ikatan antara dua insan semakin kuat.

    Tapi berhati-hatilah, orang yang sedang jatuh cinta, ternyata juga lebih berpotensi untuk berbohong demi orang yang dicintai maupun orang terdekat. Hormon oksitosin mendorong seseorang untuk berbicara tidak jujur.

    "Hasil penelitian kami menunjukkan, seseorang bersedia melanggar aturan dan etika untuk membantu orang-orang di dekatnya," kata Shaul Shalvi, peneliti dari Universitas Ben Gurion seperti dilansir dari IndianExpress.

    Studi dilakukan Shalvi bersama peneliti dari University of Amsterdam, Belanda. Mereka menganalisis 60 peserta pria yang diberi dosis oksitosin maupun plasebo. Setelah itu, peserta dibagi menjadi tiga tim dan diminta memprediksi hasil 10 lemparan koin. Kemudian, hasil lemparan dicocokkan dengan prediksi tersebut.

    Dari situ, terbukti bahwa mereka berbohong demi mendapatkan banyak uang yang bisa dibagi dengan kelompok mereka.

    Temuan ini, kemudian mengundang banyak pertanyaan, lantaran sikap tidak jujur biasanya dihubungkan dengan moral. Namun, Shalvi menjelaskan lebih lanjut, ketidakjujuran berakar dari circuitries neurobiologis, syaraf yang dapat menggeser fokus pembuat keputusan sehingga seseorang rela berbohong.

    Oksitosin adalah peptida dari sembilan asam amino yang diproduksi di hipotalamus otak. Selain bekerja pada ikatan ibu dan bayi, hormon ini juga mengaitkan seseorang dengan kehidupan sosialnya.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 11:34 am