Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Sindrom Ini Picu Penderitanya Tidak Pernah Kenyang

    Share

    erlita

    20
    28.08.11

    Sindrom Ini Picu Penderitanya Tidak Pernah Kenyang

    Post  erlita on Wed Apr 16, 2014 6:42 am


    Saat lapar, makan adalah solusinya. Menyantap sepiring makanan atau sekadar mengemil biasanya cukup membuat Anda merasa kenyang. Tapi, bagi Jack Lateline, sepiring makanan dan camilan tak mampu membuatnya berhenti makan.

    Jack menderita sindrom Prader Willi, yang berarti ia akan terus menerus merasa lapar, meski telah mengonsumsi banyak makanan.

    Sindrom Prader Willi merupakan kelainan genetik langka yang menyebabkan seseorang tidak pernah merasa kenyang. Sindrom itu membuat penderitanya selalu dihantui rasa lapar yang kuat. Jika dibiarkan terus menerus tanpa pengawasan, risiko berbagai penyakit seperti obesitas hingga kematian bisa benar-benar menghantui penderitanya.

    "24 jam setiap hari, ia akan berpikir tentang makanan. Ini seperti memberitahu Anda untuk berhenti bernapas. Anda tidak bisa membantu mereka untuk tidak merasa lapar," ujat Fogarty Lateline, ibu dari Jack.

    Fogarty menuturkan bahwa penderita sindrom Prader Willi akan melakukan segala cara untuk mendapatkan makanan. Saat keinginan untuk makan terlalu kuat, penderita bisa berubah menjadi agresif.

    Mereka bisa mencuri, merampas atau menindas orang lain demi mendapat makanan. Itulah yang dialami Jack. Apalagi ketika Jack mulai berusia remaja, ia kerap membuat masalah di sekolah.
    "Di sekolah, dia akan mencuri makanan dari orang-orang, atau dia akan menindas orang untuk memberinya makanan," tutur Forgaty seperti dikutip ABC Australia.

    Bukan hanya Jack, sindrom Prader Willi juga diderita oleh Henry Szaraz. Usianya kini 17 tahun, tapi beratnya sudah mencapai 170 kilogram. Kesehatannya pun mulai memburuk. Menurut ibunya, Henry sama sekali tidak sadar dengan berbagai ancaman mengerikan tentang kematian yang dialaminya.

    Mengatasi hal tersebut, orang tua Henry dan Jack memutuskan cara yang sama. Mereka memilih merenovasi rumah dengan mengunci akses menuju dapur serta\' membuat lebih banyak ruang olahraga.

    Sebab, untuk saat ini hanya cara tersebut yang dapat mereka lakukan. Karena hingga kini belum ada pengobatan untuk mengatasi sindrom kelaparan itu.


      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 3:33 am