Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Yesterday at 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA

Paid2YouTube.com

    Riset: Sukses Ditentukan oleh Sikap, Bukan Kecerdasan

    Share

    flade

    935
    23.09.09

    Riset: Sukses Ditentukan oleh Sikap, Bukan Kecerdasan

    Post  flade on Wed Apr 23, 2014 9:38 am


    Bagi sebagian orang, kesuksesan di ukur dengan kecerdasan dan kerja keras. Mereka rela berkutat berjam-jam dengan pekerjaan demi memperoleh jabatan tinggi. Atau berlomba-lomba menjadi nomor satu di bidang akademi demi memiliki pekerjaan yang berbobot.

    Padahal, cerdas dan kerja keras bukan satu-satunya ukuran. Menurut para ahli, kesuksesan diukur juga melalui sikap seseorang.

    "Ini bukan soal bakat. Ini soal sikap. Sebab, yang sebenarnya memisahkan seorang pemenang dan pecundang bukanlah bakat mereka, tapi sikap mereka," ujar penulis dan pakar marketing, Seth Godin, dilansir laman Time.

    Seth menjelaskan ketika mencari sebuah pekerjaan, komponen pertama yang harus dipenuhi adalah perusahaan\' harus menyukai Anda. Cara Anda berbicara dan menjawab pertanyaan ketika wawancara, menjadi penentuan apakah Anda layak atau tidak. Meski pengalaman, pendidikan dan faktor-faktor lainnya turut mendukung.

    Sebuah penelitian mengatakan bahwa mereka yang mampu menciptakan kesan baik akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding orang yang melakukan pekerjaan dengan baik, tapi tidak bersikap sebaik pekerjaannya. Ini disebut dengan kontra popularitas.

    Penelitian lain yang dilakukan MIT terhadap 2.600 karyawan juga menemukan bahwa mereka yang menerima e-mail lebih banyak dari teman-temannya dan lebih terhubung secara sosial, memiliki rata-rata penghasilan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Sebab, semakin baik hubungan kerja terjalin maka semakin efektif pula pekerjaan yang dilakukan.

    Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam majalah bisnis BYU juga menemukan bahwa karyawan yang menjadi pengikut setia dalam sebuah misi organisasi, lebih mungkin mendapatkan status dan tingkat pengaruh yang lebih tinggi.

    Penelitian ini menemukan, orang-orang yang menunjukkan keyakinan kuat terhadap misi perusahaan\' akan lebih berpengaruh di dalam perusahaan\'. Sedangkan mereka yang hanya fokus terhadap target, justru hanya menjadi seorang karyawan biasa. Hal tersebut terlepas dari posisi formal maupun kinerja secara keseluruhan.

    Sebab, mereka yang dipandang terbuka dan sejalan adalah orang-orang yang dianggap berhak mendapatkan pengakuan, dukungan dan promosi. Meski mereka tidak memiliki keterampilan lebih baik. Namun, karyawan yang dianggap sangat terampil dan terfokus pada target, justru dianggap memiliki risiko potensial dan tidak dapat dipercaya.


      Waktu sekarang Sun Sep 25, 2016 2:12 pm