Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Riset: Sukses Ditentukan oleh Sikap, Bukan Kecerdasan

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Riset: Sukses Ditentukan oleh Sikap, Bukan Kecerdasan

    Post  flade on Wed Apr 23, 2014 9:38 am


    Bagi sebagian orang, kesuksesan di ukur dengan kecerdasan dan kerja keras. Mereka rela berkutat berjam-jam dengan pekerjaan demi memperoleh jabatan tinggi. Atau berlomba-lomba menjadi nomor satu di bidang akademi demi memiliki pekerjaan yang berbobot.

    Padahal, cerdas dan kerja keras bukan satu-satunya ukuran. Menurut para ahli, kesuksesan diukur juga melalui sikap seseorang.

    "Ini bukan soal bakat. Ini soal sikap. Sebab, yang sebenarnya memisahkan seorang pemenang dan pecundang bukanlah bakat mereka, tapi sikap mereka," ujar penulis dan pakar marketing, Seth Godin, dilansir laman Time.

    Seth menjelaskan ketika mencari sebuah pekerjaan, komponen pertama yang harus dipenuhi adalah perusahaan\' harus menyukai Anda. Cara Anda berbicara dan menjawab pertanyaan ketika wawancara, menjadi penentuan apakah Anda layak atau tidak. Meski pengalaman, pendidikan dan faktor-faktor lainnya turut mendukung.

    Sebuah penelitian mengatakan bahwa mereka yang mampu menciptakan kesan baik akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding orang yang melakukan pekerjaan dengan baik, tapi tidak bersikap sebaik pekerjaannya. Ini disebut dengan kontra popularitas.

    Penelitian lain yang dilakukan MIT terhadap 2.600 karyawan juga menemukan bahwa mereka yang menerima e-mail lebih banyak dari teman-temannya dan lebih terhubung secara sosial, memiliki rata-rata penghasilan yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak. Sebab, semakin baik hubungan kerja terjalin maka semakin efektif pula pekerjaan yang dilakukan.

    Sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan dalam majalah bisnis BYU juga menemukan bahwa karyawan yang menjadi pengikut setia dalam sebuah misi organisasi, lebih mungkin mendapatkan status dan tingkat pengaruh yang lebih tinggi.

    Penelitian ini menemukan, orang-orang yang menunjukkan keyakinan kuat terhadap misi perusahaan\' akan lebih berpengaruh di dalam perusahaan\'. Sedangkan mereka yang hanya fokus terhadap target, justru hanya menjadi seorang karyawan biasa. Hal tersebut terlepas dari posisi formal maupun kinerja secara keseluruhan.

    Sebab, mereka yang dipandang terbuka dan sejalan adalah orang-orang yang dianggap berhak mendapatkan pengakuan, dukungan dan promosi. Meski mereka tidak memiliki keterampilan lebih baik. Namun, karyawan yang dianggap sangat terampil dan terfokus pada target, justru dianggap memiliki risiko potensial dan tidak dapat dipercaya.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 7:23 am