Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Restoran Ini Tidak Buang Sampah Dua Tahun

    Share

    andi_bunga

    38
    16.07.12

    Restoran Ini Tidak Buang Sampah Dua Tahun

    Post  andi_bunga on Wed Apr 30, 2014 6:54 am


    Justin Vraney, pemilik Sandwich Me In. (sandwichmeinchicago.com)

    Seorang pemilik restoran di Chicago mengaku belum pernah membuang sampah selama dua tahun menjalankan usahanya. Tapi, jangan dulu mengira restorannya lantas penuh sampah. Sebaliknya, Justin Vrany, 36, menetapkan konsep "zero waste restaurant" alias rumah makan tanpa sampah.

    Restoran bernama Sandwich Me In itu berupa restoran siap saji. Padahal umumnya, restoran siap saji memproduksi banyak sampah, mulai dari bahan makanan hingga kemasan pembungkus. Lalu apa yang dilakukan Vraney?

    Kepada Huffington Post, Vraney menjelaskan semua "sampah" yang dihasilkan restorannya dia gunakan kembali.

    "Saya juga menerapkan konsep pembelanjaan secara lokal, jadi semua produk bahan makanan yang datang ke restoran tidak dalam kemasan besar yang akan menyebabkan banyak sampah," terang Vraney.

    Tidak hanya itu, Vraney juga menerapkan produksi hemat energi dan praktek 5R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, serta\' Reject dan Refuse yang dilakukannya untuk produk-produk berkemasan yang ditawarkan ke restorannya.

    Tapi Vraney mengakui, tidak mudah menjalankan restoran tanpa sampah dan juga hemat energi. Selama enam bulan, praktis Vraney kerja sendirian karena dia berusaha menekan energi dan juga produksi sampah.

    "Memiliki banyak karyawan sama dengan menambah jumlah sampah," katanya.

    Untuk itu, Vraney dengan selektif memilih karyawannya. Dia hanya mempekerjakan mereka yang punya visi dan misi serupa dengannya.
    "Bagi saya, ini bukan soal uang. Saya melihat gambaran besarnya, ini untuk masa depan dunia yang akan saya wariskan bagi anak-anak saya," ujar Vraney.

    Kabar baiknya, karena Vraney tidak mengeluarkan biaya untuk mengelola sampah, dia pun bisa menekan harga jual makanannya. Alasan yang membuat pelanggan terus mengalir ke Sandwich Me In.
    Lalu bagimana cara Vraney mengolah "sampah" hariannya? Pria tersebut mengungkapkan, sisa sayuran yang tidak terpakai tidak masuk dalam tong sampah, melainkan disumbangkan pada petani untuk pakan ternak, yang juga merupakan supplier Vraney.

    Selain itu, sampah kering seperti kemasan makanan yang dibawa masuk pelanggan, diberikan Vraney kepada seniman lokal untuk dijadikan karya seni.

    "Ini bisnis yang berkelanjutan dan saya harap lebih banyak pengusaha restoran bisa menerapkan hal ini," ujarnya.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:11 am