Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Gunung-Gunung Penuh Mistis dan Penuh Misteri Pulau Jawa

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Gunung-Gunung Penuh Mistis dan Penuh Misteri Pulau Jawa

    Post  online on Sat May 03, 2014 9:09 am

    Di Indonesia terdapat banyak gunung, bahkan beberapa diantaranya terdapat Gunung yang terkenal Angker dan Seram karena misterinya. Di Jawa juga terdapat gunung-gunung yang menyimpan misteri hingga saat ini. Berikut adalah Gunung-gunung mistis dan penuh misteri di Tanah Jawa:

    Gunung Lawu


    Dari sekian banyak gunung di tanah jawa, gunung yang satu ini bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utama, yaitu: Harga Dumilah, Harga Dalem, dan Harga Dumiling yang dimitoskan sebagai tempat sakral. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pemasoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas, sementara Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon, lalu Harga Dumilah sendiri merupakan tempat misterius yang sering dipergunakan sebagai ajang kemampuan olah batin dan meditasi.

    Gunung Lawu konon merupakan pusat kegiatan spiritual di tanah jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya keraton, contohnya upacara labuhan setiap bulan sura (hijriah: muharam) dimana dilakukan oleh keraton Yogyakarta. Bagi siapa saja yang hendak pergi kepuncak gunung lawu, maka harus berbekal pengetahuan perihal wewaler (aturan-aturan) yang tertulis yakni pamali (larangan-larangan) tertentu untuk tidak melakukan sesuatu baik bersifat perkataan maupun perbuatan.

    Jika pantangan ini dilanggar, dipercaya pelaku bakal bernasib naas. Lokasi lainnya yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yaitu: Sendang Drajat, Sendang Inten, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Pringgadani, Kawah Candradimuka, dan Repat Kepanasan (cakrasurya). Seperti apa situasi Majapahit sepeninggalan Sang Prabu Brawijaya? Menurut cerita sebagai pengganti tugas kerajaan adalah pangeran Katong. Sosok yang satu ini dimitoskan sebagai seorang sakti yang muksa di Ponorogo. Salah satu wilayah Gunung Lawu di lereng tenggara.

    Gunung Kelud



    Asal mula nama Gunung Kelud adalah dari jarwadhasak, yaitu dari kata “k-e” (jawa:kebak = penuh) dan “l-u-d” (jawa: ludira = darah). Ini berarti bila murka, maka kelud bisa merenggut banyak korban jiwa tak berdosa. Berdasarkan kepercayaan penduduk setempat, kawah Gunung Kelud dijaga sepasang buaya putih yang konon merupakan jelmaan bidadari. Legenda mengisahkan, bahwa zaman dahulu kala ada dua bidadari sedang mandi di telaga itu. Lalu karena terlena, kedua bidadari itu melakukan perbuatan intim dengan sesama jenis.

    Rupanya perbuatan tersebut diketahui oleh dewa. Merasa kesal dan murka, maka sang dewapun mengutuk kedua bidadari tersebut menjadi buaya. Semejak tahun 1000, gunung kelud telah meletus sebanyak 23 kali. Dan Interval letusannya rata-rata berlangsung setiap 15 tahun sekali. Interval paling pendek 3 tahunan, terjadi pada tahun 1848. Namun kelud pernah bersikap manis selama 37 tahun yang berlangsung pada tahun 1864 hingga tahun 1901.

    Tidak tahu apa yang membuat kelud selama 37 tahun rak pernah batuk-batuk. Mungkin saja para penunggunya merasa nyaman, sebab warga sekitar rutin mengirim makanan kesehatan berupa aneka jenis sesajen, seperti yang kerap dilakukan oleh warga desa Sugihwaras. Berdasarkan catatan yang ada, sudah sebanyak 3 kali kelud sempat mengamuk berat, terjadi di tahun 1919, tahun 1951, serta\' tahun 1966. Hal yang menarik adalah kalau direka-reka, angka-angka tahun meletusnya itu sangat unik, yakni selalu mengiringi peristiwa besar di Tanah Jawa.

    Ambil contoh, letusan di tahun 1951 yang menandai Pemberontakan Madiun. Lalu ledakan tahun 1966 yang terjadi setahun pasca G30S/PKI. Di tiga ledakan tersebut, muntahan materialnya meluncur ke bawah melalui Kali Badak, Kali Semut, Kali putih, Kali Ngobo, dan Kali Ngoto. Para sesepuh desa di sekitar Gunung Kelud berkata bahwa, para korban itu sedang dikersakke oleh dua bidadari penunggu kawah. Jika laki-laki diperlakukan sebagai suami dan yang perempuan diangkat sebagai saudari. Penduduk sekitar menengarai, jika kelud akan meletus biasanya ada dua sorot sinar terang masuk ke kawahnya, atau banyak burung gagak berterbangan di pedesaan.

    Gunung Semeru


    Puncak Gunung Semeru bernama Mahameru dan merupakan gunung tertinggi di tanah jawa. Gunung Semeru terletak di Proponsi Jawa Timur dan bersanding dengan Gunung Bromo dan Gunung Arjuna, walaupun tidak sedekat hubungannya dengan Gunung Merapi ,Gunung Merbabu, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing yang terletak di Jawa Tengah. Memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, Gunung Semeru memiliki banyak kisah menarik bagi para pendakinya.

    Adalah Shoe Hoek Gie, salah satu tokoh tahun 70-an yang memiliki hubungan erat dengan Gunung yang satu ini. Di tempat tersebut, Hoek Gie meninggal dunia. Untuk naik ke Semeru jalur yang banyak ditempuh adalah melalui kota Malang, Jawa Timur. Dari Malang menuju Ranu Pane dan selanjutnya menuju ke Ranu Kumbolo. Ditempat ini terdapat danau sehingga para pendaki sering menghabiskan malam untuk istirahat dan menikmati keindahan danau dari atas ketinggian. Melanjutkan perjalanan dari Ranu Kumbolo, maka pendaki akan dipertemukan dengan daerah yang ditumbuhi hutan yang rimbun. Dari sinilah, tidak sedikit kisah yang bernuansa mistik terjadi. Dipercaya banyak yang menyebut kawasan hutan tersebut adalah hutan mistis. Karena, tidak jarang pendaki tersesat di hutan tersebut meski sudah berulang kali mendaki Semeru. Kalau orang Jawa menyebutnya, oyot kesimpar.

    Maksudnya adalah, seseorang akan dibuat linglung dan hanya berputar-putar di jalan sama dalam waktu panjang. Setelah melalui hutan lebat tadi, para pendaki akan bertemu dataran lapang yang menyimpan banyak misteri. Lokasi ini yang dinamakan arcapada (arca-kembar). Didalam legenda Semeru diceritakan bahwa di tempat tersebut terdapat dua buah arca yang berdiri kembar(sama). Pendiri arca tersebut adalah prajurit dari jaman kerajaan Majapahit.

    Sayangnya keberadaan arca tersebut tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Cuma orang yang memiliki kelebihan saja yang bisa mengetahui keberadaan arca kembar itu. Dari orang-orang yang pernah melihatnya juga memiliki beragam versi terkait wujud arca kembar tersebut. Sebagian ada yang mengatakan arca tersebut sebesar anak kecil. Tetapi tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa arca tersebut sangat besar sehingga bisa terlihat dari jauh seperti dari Ranu Kumbolo. Bukan hanya itu saja, bagi orang biasa yang terpilih pun bisa menyaksikan keberadaan arca tersebut.

    Gunung Merapi


    Semejak dahulu kala, Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dengan Jawa Tengah ini memang menarik perhatian dan sering dibicarakan orang banyak. Misteri Gunung Merapi ini tidak lepas dari segala hal gaib yang terkadang menjadi ciri khas gunung di Jawa Tengah ini. Gunung Merapi sendiri adalah salah satu gunung vulkanik teraktif di Indonesia.

    Penunggu Merapi Kemisteriusan Gunung Merapi tidak bisa lepas dari kepercayaan banyak orang bahwa di gunung itu hidup berbagai makhluk halus yang sekaligus menjadi penguasa disana. Menurut penduduk sekitar, Eyang Merapi adalah raja para makhluk halus di Merapi.

    Warga sekitar mempercayai bahwa Eyang Sapu Jagad merupakan jin penguasa Merapi yang menentukan apakah gunung akan meletus atau tidak. Oleh karena itu di jaman dahulu, Raja Yogyakarta sering memberi sesaji agar Eyang Sapu Jagad tidak murka.

    Ada lagi, yaitu Eyang Megantara dipercayai sebagai pengendali cuaca di sekitar Gunung Merapi. Juga ada Nyi Gadung Melati dipercaya sebagai pimpinan para makhluk halus wanita dan bertugas untuk menjaga kesuburan tanaman di wilayah merapi. Lalu Eyang Antalboga dipercaya sebagai penjaga keseimbangan Gunung Merapi di permukaan bumi. Juga Mbah Petruk dipercaya sebagai pemuka jin yang akan memberi tanda tentang kapan Merapi akan njeblug(meletus). Ada juga Kyai Sapu Angin dipercaya menjaga ternak dan semua hewan di wilayah itu.



      Waktu sekarang Sat Dec 10, 2016 4:15 am