Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Dari Spanyol ke Portugal Lewat Seutas Tali

    Share

    nancyaristia

    19
    13.01.14

    Dari Spanyol ke Portugal Lewat Seutas Tali

    Post  nancyaristia on Wed May 14, 2014 6:35 am


    Pertama melirik, sulit menyadari ada seutas kabel di atas Sungai Guadiana yang diapit Spanyol dan Portugal. Penampangnya memang tidak terlalu tebal. Namun, fungsinya sangat andal.

    Kabel baja itu menghubungkan Sanlucar de Guadiana di Andalusia, Spanyol dan Acoutim di Algarve, Portugal. Yang unik, kabel itu bisa menjadi alternatif transportasi melintasi perbatasan internasional.

    Panjangnya lebih dari 720 meter. Kabel itu biasa digunakan pelancong untuk meluncur dengan kecepatan antara 70 hingga 80 kilometer per jam. Caranya, seperti bermain flying fox saat outbond.

    Menyaksikan pemandangan Spanyol, Portugal, dan Sungai Guadiana dari atas, menarik. Pepohonan hijau, atap-atap rumah berwarna kemerahan, serta\' hiruk-pikuk kapal di tepi sungai tampak jelas.

    Belum lagi sensasi melayang yang didapatkan.

    Dilansir dari Amusing Planet, peron keberangkatan berlokasi di sebelah kastil Sanlucar de Guadiana, 100 meter di atas sungai. Sementara itu, titik pendaratan di Alcoutim, tingginya hanya 15 meter di atas sungai.

    Di masing-masing sisi perbatasan, ada lima hingga tujuh penjaga.

    Di antara keduanya, terdapat sudut kemiringan sekitar 12,47 persen. Sudut itu sekaligus menandai perbedaan waktu antar dua negara. Di Acoutim, pelancong merasakan waktu satu jam lebih cepat.

    Setelah melewati lintasan dalam waktu kurang dari semenit, pelancong bisa kembali lagi ke Spanyol dengan kapal feri yang disiapkan. Kali ini, rutenya melalui sungai. Tak ada kabel dengan rute sebaliknya.

    Tertantang melintasi perbatasan dua negara itu? Pelancong bukan hanya akan mendapatkan pengalaman menakjubkan. Ada pula sertifikat gratis dan foto-foto yang bisa dibeli setelah perjalanan.

    Pelancong juga bisa menyewa helm berkamera untuk merekam pengalamannya. Transportasi kabel baja itu merupakan proyek dengan dana swasta. Pria Inggris, David Jarman merupakan sosok di baliknya.

    “Terdapat dua desa di dua negara. Keduanya dipisahkan sungai selebar 150 meter. Sebuah garis lintasan tampak jelas bagi saya,” katanya.

    Pada hari sibuk, lintasan itu hanya cukup untuk 24 hingga 30 orang per jam. Tiap kepala harus membayar 15 euro atau sekitar Rp238 ribu. Diperkirakan, lintasan itu berfungsi selama 200 hari dalam setahun.

    Tertarik mencobanya? Proyek itu tidak akan beroperasi pada pekan kedua November dan Februari.

    Laporan: Riska Herliafifah


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 7:15 pm