Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Etiket Saat di Elevator dan Eskalator

    Share

    tya_herlina

    13
    29.07.13

    Etiket Saat di Elevator dan Eskalator

    Post  tya_herlina on Tue May 20, 2014 6:55 am


    Sifat individualistis semakin subur di tengah masyarakat. Akibatnya, sopan santun kerap diabaikan. Padahal hal inilah yang bisa membuat hubungan antara manusia terpelihara dengan baik.

    Seorang penulis buku Woofs to the Wise, Mary M. Mitchell, mengungkapkan beberapa etiket yang bisa dipraktikkan oleh manusia modern. Mulai dari cara membuka pintu, berada di dalam elevator, dan eskalator.

    Pintu

    Ia menilai bahwa membuka dan menahan pintu bagi orang lain tak perlu selalu harus dipraktikkan. Namun, Anda patut membuka pintu ketika seseorang datang dengan tangan penuh barang. Selain itu, Anda juga harus membantu membukakan pintu bagi mereka yang menggunakan tongkat serta\' kursi roda.

    Intinya, ujar dia, bantu siapapun yang membutuhkan bantuan terlepas dari jenis kelamin. Selanjutnya, Mary juga mengungkapkan bahwa ada baiknya membiarkan seorang eksekutif senior atau tamu terhormat untuk mencapai pintu dan mendahului Anda.

    Elevator

    Sementara ketika Anda menjadi orang pertama yang masuk elevator dan hendak turun di satu lantai berikutnya, Anda sebaiknya berdiri di sudut dekat pintu. Kemudian, Anda membiarkan orang lain mengisi ruang di belakang Anda.

    Adapun jika Anda berdiri tepat di depan pintu dan hendak turun di lantai paling tinggi maka keluarlah saat elevator berhenti di setiap lantai. Namun, pastikan Anda memegang pintu agar tidak menutup. Anda bisa kembali masuk ke dalam elevator ketika orang-orang yang hendak turun di lantai tersebut sudah keluar.

    Jika Anda berada di depan panel kontrol, tekan tombol hold atau tahan untuk menjaga pintu tetap terbuka hingga semua orang keluar dari elevator. Anda juga bisa bertanya lantai yang dituju oleh orang lain sehingga Anda bisa membantu menekan tombol lantai yang dimaksud.

    Lebih lanjut, Mary juga mengingatkan untuk tidak melepas topi, jaket, atau sarung tangan ketika masuk ke dalam elevator. Sebab, Anda bisa tak sengaja menyenggol atau memukul orang lain yang berada di dekat Anda.

    Anda bisa melakukan kontak mata, tersenyum, atau menyapa seseorang di dalam elevator. Namun ingat, berpikir dua kali saat hendak bercakap-cakap di dalam elevator sebab Anda tidak pernah tahu siapa orang yang mendengarkan percakapan tersebut.

    Eskalator

    Inti dari etiket saat berada di eskalator adalah terus begerak. Perhatikan pula di mana Anda melangkah ketika naik eskalator. Berdiri di sebelah kanan dan berpeganglah pada pegangan sehingga Anda bisa mempersilakan orang yang tengah terburu-buru melewati Anda dari sebelah kiri.

    Sebaiknya Anda tidak terlibat percakapan dengan orang yang berada di depan atau di belakang Anda. Sebab, Anda tak pernah tahu siapa yang mendengar obrolan Anda tentang masalah kantor.

    Saat tiba di atas, segera berjalan agar tidak terjadi tumpukkan orang di balakang Anda. Eskalator bukan tempat untuk orang yang suka melamun.

    Hal paling penting lainnya adalah untuk tetap ingat menggunakan kata "silakan," terima kasih", dan " permisi" terlepas dari jabatan Anda di perusahaan\'. Bukankah semakin tinggi jabatan, semakin baik perilaku Anda?

    Sumber: Reuters

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 8:33 pm