Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

» Tak Ada Ambulans, Pria Ini Gendong Jasad Istri Sejauh 12 Km
Fri Aug 26, 2016 7:20 pm by derinda

IKLAN ANDA


    Mengabadikan Waktu di Bawah Batu

    Share

    clara

    945
    23.01.09

    Mengabadikan Waktu di Bawah Batu

    Post  clara on Sun Jun 29, 2014 11:51 am


    Setenil de las Bodegas.

    Bukan hanya Kera Sakti dan keluarga Flinstone yang pernah tinggal di dalam batu. Tiga ribu masyarakat di Setenil de las Bodegas, sebuah kota kecil di Spanyol, juga merasakannya.

    Kota itu dibangun di bawah batu super besar. Bertahun-tahun, batu itu menjadi atap rumah, penyekat dengan tetangga. Seluruh kota juga dikelilingi tebing bebatuan. Namun, itu tak pernah jadi masalah.

    Mereka justru bisa dengan kreatif memanfaatkan batu besar itu. Ia menjadi sentuhan artistik di dinding-dinding restoran, kanopi rumah, atau garasi mobil. Beruntung, batu itu belum pernah longsor.

    Masyarakat justru merasa senang karena batu bisa melindungi mereka dari panas maupun hujan.

    Kini, nama Setenil de las Bodegas pun makin dikenal dunia. Mereka punya bar dan restoran kelas dunia. Anggur mereka dianggap lezat, minyak zaitunnya apik. Selai dan madu jadi komoditas unggulan.

    Di waktu-waktu tertentu, terutama saat liburan, kota itu ramai akan pelancong. Mereka berkerumun di pasar maupun kafe nyaman. Populasi kota itu sendiri, berkembang dari masa ke masa.

    Sumber: Huffington Post


      Waktu sekarang Tue Sep 27, 2016 3:45 pm