Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Mengabadikan Waktu di Bawah Batu

    Share
    avatar
    clara

    945
    23.01.09

    Mengabadikan Waktu di Bawah Batu

    Post  clara on Sun Jun 29, 2014 11:51 am


    Setenil de las Bodegas.

    Bukan hanya Kera Sakti dan keluarga Flinstone yang pernah tinggal di dalam batu. Tiga ribu masyarakat di Setenil de las Bodegas, sebuah kota kecil di Spanyol, juga merasakannya.

    Kota itu dibangun di bawah batu super besar. Bertahun-tahun, batu itu menjadi atap rumah, penyekat dengan tetangga. Seluruh kota juga dikelilingi tebing bebatuan. Namun, itu tak pernah jadi masalah.

    Mereka justru bisa dengan kreatif memanfaatkan batu besar itu. Ia menjadi sentuhan artistik di dinding-dinding restoran, kanopi rumah, atau garasi mobil. Beruntung, batu itu belum pernah longsor.

    Masyarakat justru merasa senang karena batu bisa melindungi mereka dari panas maupun hujan.

    Kini, nama Setenil de las Bodegas pun makin dikenal dunia. Mereka punya bar dan restoran kelas dunia. Anggur mereka dianggap lezat, minyak zaitunnya apik. Selai dan madu jadi komoditas unggulan.

    Di waktu-waktu tertentu, terutama saat liburan, kota itu ramai akan pelancong. Mereka berkerumun di pasar maupun kafe nyaman. Populasi kota itu sendiri, berkembang dari masa ke masa.

    Sumber: Huffington Post


      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 6:03 am