Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    MENGATASI BALITA BERKAKI "O" ATAU "X"

    Share

    y3hoo

    486
    16.01.09

    MENGATASI BALITA BERKAKI "O" ATAU "X"

    Post  y3hoo on Wed Sep 30, 2009 11:04 am

    Kaki adalah penopang utama tubuh. Jika penopang itu tak kokoh, bukan tidak mungkin tubuh sering jatuh dan akhirnya merusak bangunan tubuh secara keseluruhan.Oleh karena itu, sejak masih kanak-kanak, kaki harus diperlakukan dengan benar agar bisa menyangga tubuh dengan baik.
    Semula Theresia Eni (35) mengira putranya, Stanislaus (4), manja. Setiap kali jalan-jalan, Stanislaus mengeluh capek dan minta digendong. Ternyata Stanislaus tidak manja. Posisi telapak kakinya yang tak lurus ke depan membuat dia cepat lelah jika berjalan terlalu lama.
    "Saya tidak menyadari sama sekali soal kaki karena jika dilihat sepintas tidak ada yang aneh dengan kaki Stanis. Saya pikir, Stanis memang manja karena dia iri dengan adiknya yang baru lahir. Setelah saya konsultasi dengan psikolognya yang menyadari ada yang tidak beres dengan perkembangan kaki Stanis," cerita Eni yang tinggal di Cibinong ini.

    Menurut Meidy H Triangto SpRM, dokter spesialis rehabilitasi medik dari Pusat Rehabilitasi Kaki Anak Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ada beberapa hal yang bisa diwaspadai orangtua mengenai kelainan kaki.
    Tanda kelainan kaki itu antara lain yakni, bila anak sering jatuh tiba-tiba saat berjalan, anak berjalan jinjit, telapak kaki yang tak benar seperti mengarah ke luar atau ke dalam, anak sering mengeluh capek jika berjalan, dan bentuk tungkai yang seperti huruf O (genu varum) atau X (genu valgum).

    Sebenarnya yang disebut kaki adalah bagian telapak kaki, sedangkan dari paha hingga pergelangan kaki disebut tungkai. Selain asupan gizi, kekokohan kaki juga dipengaruhi oleh stimulasi sehari-hari yang diterima kaki anak.
    Misalnya, pemakaian sepatu, penggunaan popok modern (diaper), cara menggendong, dan cara duduk adalah beberapa penyebab yang bisa mengganggu pertumbuhan kaki sehingga tak kuat menyangga tubuh. Selain itu, secara estetika, penampilan kaki pun tampak kurang menarik.

    Saat lahir, fungsi bipedal atau kedua kaki anak belum tumbuh dengan baik. Kaki memerlukan waktu 18 tahun untuk tumbuh menjadi kaki dewasa. Proses tumbuh kembang anak ini akan terus berubah karena sendi-sendi pada tungkai dan kaki anak masih bisa berputar.

    Jika ada yg memiliki anak balita berkaki O atau X bisa kunjungi
    Kid's Foot di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading
    Akan disediakan sepatu khusus untuk penyembuhannya

      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 3:39 am