Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Hamil Lagi Padahal Sedang Menyusui, Haruskah Setop Beri ASI untuk si Kecil?

    Share

    via

    851
    04.03.09

    Hamil Lagi Padahal Sedang Menyusui, Haruskah Setop Beri ASI untuk si Kecil?

    Post  via on Mon Jul 07, 2014 8:36 am


    Setelah bayi berusia enam bulan, biasanya ibu akan memberikan ASI sampai si kecil berusia dua tahun dan diselingi dengan makanan pendamping ASI. Tapi, pada beberapa ibu ada yang sudah hamil lagi meskipun ia masih menyusui. Lantas, haruskah pemberian ASI disetop?

    "Kalau bayi belum berusia 12 bulan, teruskan menyusui karena ASI masih menjadi sumber makanan utama. Tapi kalau bayi sudah bersuai 12 bulan lebih, boleh disapih," kata konsultan tumbuh kembang anak FKUI-RSCm, dr Soedjatmiko SpA(K), MSi.

    Dikutip dari buku 'Cara Praktis Membentuk Anak Sehat, Tumbuh Kembang Optimal, Kreatif, dan Cerdas Multipel,' ketika menyusui dalam keadaan hamil bisa terjadi beberapa hal. Di antaranya volume ASI berkurang karena pengaruh hormon ibu hamil, ibu bisa mengalami keletihan, komposisi ASI berubah secara bertahap menyerupai kolostrum, dapat terjadi kontraksi rahim dan puting payudara mudah lecet.

    Nah, untuk menyapih anak, dr Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC dari RS St Carolus mengatakan penyapihan sebenarnya akan sulit dilakukan jika si ibu sebenarnya enggan untuk menyapih. Tapi biasanya, jika ibu ataupun anak sudah siap, maka menyapih bisa dilakukan.

    Cara menyapih yang paling tepat menurut dr Yohmi yakni anak harus diajak bicara terus menerus dan tidak ada paksaan. Sehingga, menyaih menjadi keputusan dua belah pihak, bukan hanya keputusan si ibu saja. Jika keputusan menyapih hanya diambil oleh pihak ibu aja, nantinya akan berdampak buruk pada psikologis anak di mana mereka merasa sudah dicampakkan.

    Terlebih lagi, jika sudah punya adik, itu akan sangat berbahaya bagi kondisi anak. Lalu, bagaimana jika menggunakan cara tradisional seperti mengunyah sirih dan njet yang menghasilkan warna merah lalu menempelkannya ke payudara seolah-olah susu ibu berdarah?

    "Janganlah kalau pakai cara segala macam seperti itu. Lebih baik kita pakai cara yang gentle-lah ya. Kita ajak bicara 'kamu sudah besar, perlu mandiri, ini untuk persiapan adik' dan sebagainya," tutur dr Yohmi.

    Memang diakui dr Yohmi, saat disapih awalnya anak akan merajuk tapi itu hal yang wajar dalam proses penyapihan karena lama-lama ia pun akan terbiasa.


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 1:00 am