Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Terkuak, Porsi Makan Bukan Penyebab Tubuh Melar

    Share

    sari_bunga

    14
    16.07.12

    Terkuak, Porsi Makan Bukan Penyebab Tubuh Melar

    Post  sari_bunga on Thu Jul 10, 2014 9:25 am


    Jangan lagi menyalahkan porsi makan saat tubuh Anda melar. Sebab, peneliti telah mengungkap itu bukan penyebab utama kenaikan berat badan. Masalahnya adalah olahraga.

    Studi yang diterbitkan di American Journal of Medicine menyebut, 20 tahun terakhir latihan fisik masyarakat Amerika menurun tajam. Sementara, konsumsi rata-rata kalori masih cenderung sama.

    Menurut data NHANES yang dikumpulkan peneliti di Stanford University, wanita yang mengaku tidak berolahraga di tahun 1994 jumlahnya 19,1 persen. Tahun 2010, angka itu naik menjadi 51,7 persen.

    Di tahun yang sama, pria yang mengaku tidak berolahraga ada 43,5 persen. Padahal di tahun 1994, jumlah pria yang menyempatkan waktunya untuk berolahraga jumlahnya hanya 11,4 persen.

    Dalam rentang waktu itu, Body Mass Index (BMI) pria dan wanita sama-sama naik.

    “Kami menemukan hubungan signifikan antara pemanfaatan waktu luang untuk olahraga, dengan peningkatan BMI dan lingkar pinggang,” kata Dr Uri Ladabaum, penulis studi, dalam Time.

    Profesor kedokteran dari Stanford University itu menambahkan, kalori tak berpengaruh. Namun perlu diketahui juga, data USDA mencatat peningkatan 500 kalori per hari sejak tahun 1970. Jika dibandingkan tahun 1980, konsumsi kalori masyarakat Amerika meningkat 800 kalori per hari.

    Uri mengakui, masyarakat Amerika memang mengandalkan kalori untuk makan. Itu juga merupakan komponen utama penambah berat badan. Namun, cara berdiet tidak selalu dengan menguranginya.

    Ahli gizi berpendapat, yang terpenting bukan menghindari karbohidrat seperti roti atau gula, yang kini menjadi makanan pokok kebanyakan orang. Lebih disarankan memperbaiki kualitas makanan.

    Jika ditambahkan penelitian Uri, tentu saja aktivitas fisik juga harus ditingkatkan.

    • VIVAlife


      Waktu sekarang Thu Jan 19, 2017 3:42 pm