Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Proses Mumifikasi oleh Suku Angga

    Share

    alia

    79
    18.09.11

    Proses Mumifikasi oleh Suku Angga

    Post  alia on Sat Jul 26, 2014 9:22 am


    Proses Mumifikasi oleh Suku Angga (Foto:odditycentral)

    SELAMA berabad-abad, suku Angga yang ada di Papua Nugini telah berlatih teknik mumifikasi yang cukup unik. Setelah merokok, mumi tidak dimakamkan di kuburan atau makam, melainkan ditempatkan di tebing curam.

    Penempatan mereka dapat dilihat oleh semua warga desa yang ada di bawahnya. Dengan kondisi hangus atau berubah menjadi merah, dari kejauhan memang terlihat aneh, namun bagi orang suku Angga merupakan bentuk dari penghormatan tertinggi terhadap orang mati.

    Proses mumifikasi dapat dilakukan yang berpengalaman. Pada awalnya, lutut, siku dan kaki mayat disayat, kemudian lemak di dalam tubuhnya dikeringkan sepenuhnya. Kemudian tiang bambu yang telah disiapkan digunakan sebagai tempat mayat ini nantinya.

    Tahap berikutnya, bagian yang berlubang dari mayat dijahit mengurangi asupan udara dan mencegah pembusukan daging. Hal ini diyakini sebagai langkah yang dapat menjamin mumi dapat sempurna diawetkan selama berabad-abad. Telapak kaki, lidah, dan telapak tangan juga dipotong serta\' disajikan kepada keluarga yang masih hidup. Sisa mayat kemudian dibuang ke dalam lubang api.

    Setelah itu pebalsem menggunakan tanah liat melindungi tubuh mumi dari kerusakan dan pemulung. Proses ini masih dipertahankan dan dilakukan oleh suku Angga. Meski proses cukup menakutkan, namun mereka tetap mempertahankannya.

    Tak ayal, banyak wisatawan yang berusaha Mengabadikan mumi-mumi ini sebagai tanda mereka pernah mengunjungi Papua Nugini. Bukan hanya memiliki keindahan alam yang indah, namun adat tradisional di kawasan ini masih terjaga dengan baik, seperti dilansir Odditycentral.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 12:41 am