Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    5 Kiat Menghasilkan Foto Senja yang Tidak Biasa

    Share

    sari_bunga

    14
    16.07.12

    5 Kiat Menghasilkan Foto Senja yang Tidak Biasa

    Post  sari_bunga on Sat Aug 02, 2014 11:16 am


    Siluet dari manusia, hewan, perahu dll merupakan subjek menarik untuk memotret sunset. Lokasi di Kamboja. (enchetjin)

    Membuat foto yang ciamik saat senja atau kondisi matahari terbenam sebenarnya tidak sulit. Hanya saja kita perlu mengetahui beberapa teknik dasar fotografi untuk mendapatkan hasil maksimal.

    1. Cari Lokasi yang Pas

    Lokasi yang ideal biasanya adalah lokasi dimana kita bisa melihat matahari tanpa terhalang oleh bangunan, gunung atau pepohonan. Contoh terbaik mungkin adalah pantai, dimana kita bisa melihat matahari turun sampai ke cakrawala.

    Sesampai di lokasi jangan buru-buru memasang tripod, sebaiknya jalan-jalan dulu sambil mencari posisi yang menarik, cari subyek menarik yang berada di pantai seperti perahu yang sedang bersandar, atau bunga dan tanaman lain jika lokasi yang kita pilih di daerah padang rumput atau lahan pertanian.

    2. Setting Kamera Sebaiknya di Mode Manual

    Jika kita sudah akrab dengan ISO, shutter speed dan bukaan/aperture, sebaiknya mengunakan mode manual. Setting favorit saya adalah f/8 - f/16.


    Pemilihan tergantung dengan jarak subyek yang terdekat. Jika ada perahu atau bunga yang berada sangat dekat, maka saya akan menggunakan bukaan kecil (f/16) supaya ruang tajamnya luas. Tapi jika tidak ada yang dekat dengan saya, maka f/8 sudah cukup tajam.

    Untuk ISO, usahakan menggunakan ISO terendah yang bisa didapatkan oleh kamera. Kadang-kadang, ISO terendah adalah ISO 100, tapi ada kamera yang memiliki ISO terendah 200. Jangan gunakan nilai ISO seperti Lo 1 (di kamera Nikon) karena kualitasnya tidak maksimal.

    Kalau shutter speed-nya, fleksibel saja, tergantung kondisi cahaya, semakin gelap, pilih shutter speed yang lebih lambat. Hati-hati kalau di bawah 1/30 detik, sebaiknya mengunakan tripod, jika tidak, kemungkinan foto tidak tajam besar.

    Lihat lightmeter kamera untuk patokannya. Ganti setting shutter speed sampai lightmeter menunjukkan angka 0. Jangan takut bereksperimen, karena tidak ada angka yang betul atau salah.

    Jika tidak mengunakan tripod, ISO harus dinaikkan seiring dengan langit yang bertambah gelap. Jangan lupa mematikan auto ISO, terutama saat kamera terpasang di tripod.

    Jika kita awam dengan fotografi dan setting-setting di atas, coba cari mode sunset. Beberapa kamera untuk pemula biasanya memiliki mode ini karena merupakan salah satu momen memotret yang populer.

    Jika tidak ada, gunakan night shot, saat mengunakan mode ini mengunakan tripod sangat saya anjurkan.

    3. Awas Langit Terlalu Terang!

    Kesalahan yang paling sering saya amati saat memotret sunset adalah langit terlalu terang. Meskipun kita sudah menuruti lightmeter kamera di angka 0, atau mengunakan mode auto/sunset dll, bisa jadi, sebagian besar langit masih terlalu terang.

    Jika itu terjadi, gelapkan dengan mempercepat shutter speed sampai langit tidak terlihat putih (terlalu terang). Jika mengunakan mode P/A(Av)/S dll, gunakan fungsi kompensasi exposure (berlambang +/-) dan ganti setting ke arah minus.

    4. Gunakan Manual Fokus Jika Autofokus Macet

    Semakin gelap, akan semakin sulit untuk autofokus. Saat kamera berada di tripod, gunakan fitur live view (mengkomposisikan foto dengan monitor LCD), perbesarlah jika perlu.

    Jika autofokus masih tidak berjalan dengan baik, gunakan manual fokus dan putarlah ring fokus yang terletak di lensa sampai pemandangannya tajam.

    5. Filter GND & Fitur untuk Mengatasi Kontras Tinggi

    Filter seperti GND (graduated neutral density) biasanya digunakan untuk menyeimbangkan pencahayaan langit dan bumi saat sunset dan sunrise.

    Saya sendiri seringkali idak mengunakan filter GND dan membiarkan bagian foreground gelap/siluet. Supaya kesannya lebih alami dan bentuk-bentuknya lebih menonjol.

    Alternatif lain jika ingin langit dan buminya seimbang yaitu mengaktifkan fitur yang dinamakan Active D Lighting (Nikon), Auto lighting optimizer (Canon). Ada juga kamera yang kini memiliki fitur Built-in HDR.

    Saat fitur ini aktif, kamera akan otomatis membuat dua gambar dan menggabungkannya langsung menjadi satu.

    Cara lainnya yaitu membuat dua atau lebih dari dua foto yang terang gelapnya berbeda-beda lalu menggabungkannya dengan software pengolah HDR seperti Photomatix atau Photoshop CS.

    Saat menggunakan teknik HDR, kita wajib mengunakan tripod supaya foto akhir tidak berbayang dua.


    Contoh foto yang dibuat dari gabungan tiga foto dengan terang gelap yang berbeda-beda (efek HDR). Alhasil perahu yang tadinya gelap jadi terang dan kaya detail. Lokasi situ Cileunca, Pangalengan, Jawa Barat.

    Selamat mencoba dan Semoga berhasil!




      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 8:33 am