Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Tradisi Leluhur Desa Guda Tak Pernah Punah

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Tradisi Leluhur Desa Guda Tak Pernah Punah

    Post  flade on Mon Aug 18, 2014 6:33 am


    MEMANDANGI suasana kota sudah biasa. Bila ingin mencari yang tradisional, sambangi saja Desa Guda di Jodhpur, India.

    Berada di Desa Guda, Anda jangan kaget. Ternyata, masyarakatnya masih mengandalkan sistem barter.

    Biar lebih enak, ada baiknya datang bersama warga sekitar. Okezone pun ikut melihat bagaimana keadaan yang ada di Desa Guda, India.

    Berada jauh di tengah kota, Desa Guda tersembunyi di balik darat observasi alam di pinggiran Jodhpur, India. Bila melihat bentuk rumahnya, hampir mirip dengan rumah adat di Indonesia, salah satunya di Wae Rebo.

    Ketika memasuki pedesaan, Anda harus memberikan salam berbahasa India, yakni Namasthei.

    "Namasthei itu Salam hormat bagi mereka ketika memasuki tempat baru," jelas Amith, warga India sekaligus pemilik Bishnoi Village di Desa Guda, Jodhpur, India kepada Okezone, baru-baru ini.

    Selain memberikan hormat, Anda pun harus mengelus sapi yang ada di Desa Guda. Bagi warga, sapi merupakan Dewa yang diagungkan.

    "Setelah beri hormat, Anda harus memegang sapinya. Baru setelah itu mengangkat tangan sebagai tanda syukur sudah bertemu dengan Dewa," paparnya.

    Karena masih tradisional, maka jangan kaget bila di desa ini masih menggunakan sistem barter. Berada di desa ini pun, setiap warganya sangat ramah. Bahkan, beragam edukasi pun bisa dijumpai di sini.

    Di sini Anda bisa menjumpai para perempuan yang menggunakan gelang yang banyak dan dipakai di lengan kanan dan kiri. Gelang yang ada di lengan tersebut bernama bengal dalam bahasa India. Bengal merupakan sebuah tradisi yang menunjukkan usia pernikahan mereka.

    "Bila suaminya sudah meninggal, maka gelang tersebut harus dilepas. Penaruhan gelang besar di atas menunjukkan kali pertama mereka menikah," tutupnya.


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:08 pm