Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sistem Pendidikan di Swiss

    Share

    siska_apriel

    5
    23.02.14

    Sistem Pendidikan di Swiss

    Post  siska_apriel on Sun Aug 24, 2014 11:31 am


    Salah satu negara terkecil di dunia dengan luas wilayah hanya 41.285 km2 atau sebesar provinsi Jawa Barat dan Banten, dengan populasi penduduknya 7.581.520 jiwa (tahun 2008) memiliki reputasi yang sangat baik di mata dunia.

    Hal ini tentunya tidak lepas dari karakter yang telah dimiliki bangsa Swiss sejak lama yang membuat dunia mengenal Swiss sebagai bangsa yang netral, terpercaya, nasionalis, integritas, menghargai perbedaan agama, dan ras penduduknya, mengutamakan pendidikan warganya serta\' menjunjung tinggi demokrasi.

    Karakter inilah yang kemudian membawa bangsa Swiss sebagai negara paling makmur dan aman di dunia dengan tingkat kriminalitas paling rendah dan tingkat buta huruf hampir 0%.

    Internalisasi karakter yang sedang dan telah dilalui bangsa Swiss bukanlah sebuah proses yang singkat dan mudah. Proses internalisasi ini membutuhkan waktu yang panjang dan konsistensi sehingga dapat mengakar pada setiap warganya.

    Salah satu media internalisasi karakter yang paling efektif yang telah dipilih oleh bangsa Swiss adalah melalui pendidikan.

    Sekilas Mengenai Pendidikan di Swiss
    Karena Swiss tidak memiliki sumber daya alam, pendidikan dan pengetahuan telah menjadi sumber daya yang sangat penting.

    Swiss sudah sejak lama menjadi pusat pendidikan. Sistem pendidikan modern Swiss menjadi yang terbaik di dunia. Angka buta huruf di Swiss adalah 0%. Pendidikan di Swiss banyak dipengaruhi oleh sejarahnya.

    Pendidikan agama yang diterapkan di Swiss dipengaruhi oleh John Calvin yang datang ke negara ini tahun 1536. Pendidikan Swiss yang mengutamakan ekspresi individu (individual self expression) murid-muridnya dipengaruhi oleh seorang filsuf ternama di Swiss pada abad pertengahan 18, Jean Jacques Rousseau.

    Johann Pestalozzi, seorang yang merupakan pejuang pendidikan, turut memberikan pengaruh besar bagi sistem pendidikan Swiss. Johann Pestalozzi menekankan bahwa anak-anak sebaiknya belajar dari pengalaman mereka sendiri.

    Seorang psikolog Swiss, Jean Piaget, turut berperan dalam menerapkan konsep kemampuan belajar dan kebiasaan anak-anak dalam sistem pendidikan di Swiss.

    Pemerintah Swiss sangat mengutamakan pendidikan warganya. Jika ada enam orang warganya yang mengajukan untuk sekolah, pemerintah Swiss akan membangun sekolah dan menyediakan guru untuk mereka beserta fasilitas lengkap. Hal ini berlaku bagi setiap warga negaranya, tidak peduli ras atau agama mereka. Sekolah-sekolah negara di Swiss tidak dikenakan biaya. Setiap sekolah di masing-masing canton (wilayah bagian negara) menggunakan bahasa resmi yang biasa digunakan warga setempat. Siswa juga diwajibkan mempelajari bahasa negara kedua untuk meningkatkan rasa kebangsaan mereka.

    Struktur Pendidikan
    Di Swiss, setiap anak harus menghadiri setidaknya pendidikan dasar.

    Negara ini menyediakan berbagai sekolah pada tingkat pendidikan yang berbeda. Karena kanton bertanggung jawab atas sistem pendidikan, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara kanton. Dalam bahasan ini, kami akan mengfokuskan pada sistem pendidikan di kanton Zürich.

    Taman Kanak-Kanak (TK)


    TK bukanlah hal yang wajib di Swiss. Anak-anak tidak belajar membaca dan menulis, tetapi hanya mengembangkan kemampuan sosial mereka dan membiasakan diri untuk duduk tenang sembari memperhatikan gurunya.

    Seperti di Indonesia, mereka berada di TK selama satu atau dua tahun. Karena mereka akan memulai sekolah pada usia tujuh tahun, maka mereka akan belajar di TK ketika berusia lima atau enam tahun.

    Volksschule (Pendidikan Dasar)


    Volksschule adalah wajib bagi semua anak Swiss dan biasanya dimulai pada usia tujuh tahun. Volksschule dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu Primarschule dan Oberstufenschule.

    Primarschule berlangsung selama enam tahun. Biasanya, anak-anak hanya memiliki satu guru yang mengajar semua mata pelajaran.

    Sedangkan Oberstufenschule hanya berlangsung selama tiga tahun. Biasanya, setidaknya ada dua guru untuk setiap kelas, seorang guru mengajarkan beberapa mata pelajaran, dan guru lainnya mengajarkan mata pelajaran lainnya. Namun biasanya terdapat guru untuk beberapa mata pelajaran khusus seperti olahraga, menjahit, memasak, dan sebagainya.

    Oberstufenschule itu sendiri dibagi lagi menjadi tiga tingkatan yang berbeda yaitu Sekundarschule, Realschule, dan Oberschule.

    Sekundarschule adalah tingkat lanjutan dalam Oberstufenschule. Untuk melanjutkan ke jenjang Berufslehre (pendidikan magang) memerlukan tingkat pendidikan ini. Bahkan, untuk siswa yang ingin melanjutkan Gymnasium (pendidikan menengah) dapat juga melalui tingkatan ini. Sekundarschule meliputi matematika, geometri, bahasa asli (Jerman), bahasa asing utama (Perancis), geografi, sejarah, dan banyak lagi. Selain itu, siswa dapat menghadiri pelajaran lain seperti bahasa asing kedua, biasanya bahasa Inggris atau Italia.

    Untuk siswa yang telah menyelesaikan Primarschule, mereka dapat memilih untuk melanjutkan ke Gymnasium (pendidikan menengah) secara langsung tanpa harus melalui Oberstufenschule.

    Berufslehre (Pendidikan Magang)


    Di Swiss, banyak anak-anak yang memilih untuk melanjutkan ke Berufslehre setelah pendidikan dasar. Bergantung pada profesi, Berufslehre biasanya akan memakan waktu dua sampai empat tahun. Berufslehre mencakup semua jenis profesi, dari kerajinan (mekanika, tukang kayu, tukang roti, penata rambut, dll) hingga pekerja kantoran (sekretaris, pembukuan, spesialis IT, dll).

    Para siswa akan mendapatkan pelatihan dari sebuah perusahaan\' atau organisasi, dan tetap menghadiri kelas di sekolah sebanyak satu atau dua hari seminggu. Beberapa perusahaan\' juga menyediakan kelas tambahan sendiri.

    Setelah mendapatkan pendidikan dan pelatihan magang di jenjang Berufslehre, para remaja-remaja ini dapat memulai sebuah pekerjaan ataupun memilih untuk bergabung pendidikan lanjutan, yang disebut Fachhochschulen (perguruan tinggi teknis / politeknik).

    Namun jika para remaja itu berubah pikiran\' dan ingin melanjutkan ke jenjang universitas, mereka dapat memilih Maturitätsschule (sekolah diploma). Jalur ini dikenal sebagai “Zweiter Bildungsweg” (jalur pendidikan sekunder).


    Informasi:

    Anzac Education Counselors
    Berdiri sejak 1979
    Pusat Niaga Roxy Mas Blok D1/27
    K.H Hasyim Ashari Jakarta pusat 10150
    Telp: 021-63858508
    Email : info@konsultanpendidikan.com
    YM: anzaceducation
    FB : Anzac Education Counselors
    Twitter :@anzaceducation
    BB pin : 75FDA1D3
    LineChat : AnzacEducation
    WeChat : AnzacEducation
    WhatsApp : 0888-0810-8639
    Kakaotalk : AnzacEducation
    Viber : 0888-0810-8639
    Kik : AnzacEducation
    ChatOn : 0888-0102-2171

    atau langsung kunjungi kami di:

    Menara BCA Grand Indonesia Lt. 50
    Jl. M.H Thamrin No.1 Jakarta 10310

    Hari Kerja (Senin – Jumat) : 09:00 – 17:00
    Sabtu : 09:00 – 12:00 (Untuk Sabtu by appointment! SMS / Telfon ke: 021-3611-3403)

    KONSULTASI GRATIS!!



      Waktu sekarang Tue Dec 06, 2016 9:58 am