Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Inilah Bahaya Akibat Kecanduan Sosial Media

    Share

    gaby_gracia

    11
    07.09.14

    Inilah Bahaya Akibat Kecanduan Sosial Media

    Post  gaby_gracia on Sun Sep 14, 2014 9:48 am


    Sosial media selama ini diklaim membantu pengguna agar tetap terhubung satu sama lain meski terpisah jarak. Namun melalui sebuah video, yang diunggah laman Softpedia mengungkap bahwa media sosial mampu mengubah cara kerja otak manusia secara signifikan.

    Dilaporkan Softpedia, Selasa (9/9/2014), sekira 5-10 persen dari semua pengguna internet di dunia kecanduan sosial media. Kecanduan ini merupakan bagian dari gangguan psikologis, yang dampaknya sama seperti pengaruh dari obat-obatan (drug).

    Bahkan lebih dari itu, kecanduan sosial media atau terlalu lama menghabiskan waktu berselancar di internet, dapat membuat orang kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas (pekerjaan) sehari-hari.

    Dalam video tersebut, digambarkan juga bagaimana pengguna sosial media menjadi sangat peduli terhadap hal-hal seperti, berapa banyak followers (pengikut) yang mereka miliki, dan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri.

    Aplikasi sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, dan lainnya yang banyak berada di smartphone, cenderung membuat penggunanya terkena dampak dari Phantom Vibration Syndrome.

    Sindrom itu digambarkan sebagai suatu gejala dimana pengguna selalu mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau notifikasi yang masuk untuknya, padahal ponsel tersebut tidak memberikan notifikasi apapun.

    Otak selalu dibawa untuk berpikir bahwa ada pesan yang masuk di ponsel yang mungkin kita lewatkan. Malahan, lebih buruk lagi ketika pengguna justru berpikir dengan semakin sering mengecek ponsel, pesan (notifikasi) akan lebih cepat masuk.


      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 7:45 pm