Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

IKLAN ANDA


    Hubungan Cinta Vakum karena Ada Masalah, Berapa Lama Idealnya Break?

    Share

    gaby_gracia

    11
    07.09.14

    Hubungan Cinta Vakum karena Ada Masalah, Berapa Lama Idealnya Break?

    Post  gaby_gracia on Sun Oct 05, 2014 12:40 pm


    Apakah Anda dan pasangan seringkali bertengkar terus menerus karena berbeda pendapat sampai hal kecil? Apakah Anda mengalami masalah komunikasi dan merasa tidak nyaman ketika sedang bersama? Di saat seperti ini biasanya memutuskan hubungan cinta jadi pilihan pasangan, tapi tak sedikit juga dari mereka yang memilih break dengan dalih masih sayang atau emosi sesaat.

    Ketika break atau vakum dari hubungan cinta jadi pilihan, kedua belah pihak sebaiknya saling introspeksi sekaligus mencari ketenangan sebelum menyelesaikan suatu masalah. Selain itu, break juga bisa menjadi sarana evaluasi hubungan sebelum memutuskan untuk tetap mempertahankannya atau malah mengakhirinya.

    Pertanyaan selanjutnya ketika pasangan memilih break adalah berapa lama sebaiknya vakum ini dilakukan? Konsultan percintaan di situs kelascinta, Kei Savourie mengatakan, tidak perlu memakan waktu lama untuk break. Satu hingga dua minggu adalah waktu yang diperkirakan cukup untuk menjernihkan pikiran\' dan introspeksi diri. "Break yang terlalu lama justru akan membuat masalah semakin menumpuk," tuturnya ketika berbincang dengan Wolipop.

    Pria yang sudah delapan tahun menjalani profesinya sebagai konsultan ini juga menambahkan, seberat apapun masalah yang dihadapi, tidak ada pilihan lain selain menyelesaikannya. Sebaiknya mulai belajar untuk menyelesaikan masalah meskipun terasa sulit. Ia juga menambahkan, apabila salah satu pihak masih mencoba untuk lari dari masalah dan tidak ada itikad baik untuk diselesaikan, tidak ada salahnya untuk mengajaknya bertemu di tempat ramai, sekadar makan bersama atau mengobrol ringan untuk menetralkan suasana.

    Senada dengan Kei, Psikolog Ayoe Sutomo berpendapat bahwa tidak ada jangka waktu yang pasti dalam melakukan masa rehat ini. Ketika salah satu atau kedua pihak merasa sudah cukup mampu melihat masalah dengan lebih obyektif, break harus segera diakhiri. Tidak hanya itu saja, komunikasi yang pernah terhambat juga sebaiknya segera dilakukan. Hal ini berpengaruh kepada keputusan komitmen yang akan diambil oleh kedua pasangan, apakah melanjutkan hubungan, atau justru malah mengakhirinya.


      Waktu sekarang Tue Dec 12, 2017 9:23 am