Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Novel Remaja - Stasiun Senja

    Share

    online

    452
    27.08.09

    Novel Remaja - Stasiun Senja

    Post  online on Tue Oct 28, 2014 8:32 am



    Ketika kita berbicara tentang cinta, banyak hal yang muncul dalam benak kita. Mungkin beberapa dari kita akan berpikir tentang pacar yang sedang jauh entah dimana, atau ada yang menjadi galau karena baru putus dari pacarnya, atau ada yang berbunga-bunga dengan degup jantung yang bergetar karena teringat pasangan hidupnya yang telah bersama selama sekian tahun. Karena cinta juga tidak terbatas pada hubungan antara laki-laki dan perempuan, tidak terbatas pada hubungan asmara yang diharapkan berlanjut hingga hari tua, cinta juga perasaan sayang terhadap keluarga yang telah menjadi bagian hidupmu sejak kita lahir hingga saat ini. Mungkin sebenarnya, cinta sejati salah satunya adalah cinta keluarga yang sebenarnya telah kita dapat sejak pertama kita mengisi dunia ini. Mengingat keluarga kita adalah orang-orang yang akan selalu ada mendukung kita walaupun kita berada dalam keadaan seburuk apa pun. Keluarga adalah orang-orang yang akan dengan tulus ikut berbahagia ketika kita merasa senang dan orang-orang yang dengan senang hati membantu ketika kita berada dalam kesusahan.

    Bagi seorang wanita, sering mereka beranggapan bahwa pria hanya menginginkan hubungan fisik saja. Namun, bagaimana sebenarnya makna cinta sejati bagi seorang pria. Jika kamu seorang yang ingin lebih mendalami tentang apa makna cinta bagi seorang pria, tulisan ini akan menjadi sedikit pencerahan sebagai buku makna cinta sejati bagi pria.

    Seorang pria akan sangat luluh kepada seorang wanita yang ramah dengan bertutur kata yang baik serta\' tidak pelit akan pujian. Mereka percaya pada komitmen walaupun tidak merasa bebas pada wanita yang mudah cemburu hanya karena hal-hal sepele. Ketika pria melihat wanita, dia selalu merasa bahagia hanya dengan melihat mata wanita yang selalu berbinar-binar ketika menyambutnya. Pria terkadang lemah pada mentalnya sehingga membutuhkan wanita yang selalu siap untuk memberikan dorongan dan dukungan ketika mereka dalam keadaan yang sulit. Pria kagum akan wanita yang pandai dan memiliki kecerdasan intelektual yang bagus, walaupun begitu dia akan sangat menghormati wanita apabila wanita itu dapat menjadi pendengar yang baik serta\' menghormati perbedaan pendapat dan konsisten pada apa yang menjadi tujuannya.

    Pria pada umumnya sayang dengan ibunya, sehingga dia akan mencari seorang pendamping yang memiliki karakter keibuan. Tentunya tanpa adanya sifat yang suka mengontrol segala perilaku atau keputusan yang dibuat pria tersebut.

    Bagi kamu, yang sudah membaca buku motivasi “ The Thousand” karya Mojave, buku ini harus dimasukkan ke dalam daftar\' pustakamu juga karena mengandung banyak konten berharga seperti pernyataan motivasi tentang cinta dan kehidupan.

    Mojave


    online

    452
    27.08.09

    Re: Novel Remaja - Stasiun Senja

    Post  online on Tue Oct 28, 2014 9:10 am


    LDR – LONG DISTANCE RELATIONSHIP

    Berdamai dengan diriku..ya mungkin itu yang harus dilakukan banyak wanita yang cenderung berpikir bodoh dengan kecemburuannya. Mungkin bila saja pasangan bisa bebas bercerita apa saja mungkin akan banyak membantu,..namun aku rasa itu bukanlah suatu alasan yang tepat untuk membenarkan diri sendiri.

    Aku rasa kita perlu berdamai dengan diri kita. Mencari apa yang ada dalam diri kita sendiri, kekuatan yang ada dalam diri kita, kebaikan yang ada dalam diri kita, sesuatu yang mestinya membuat kita sadar kita berharga dan layak untuk dipertahankan.

    Lima tahun lebih dengan LDR yang aku jalani dengannya, jujur bukan hal yang mudah khususnya untukku yang pencemburu. Aku bukan seorang pencemburu yang membabi buta yang berusaha membatasi apapun yang dilakukannya. Sebenarnya bukan cemburu namun lebih tepatnya rasa kesal bahwa aku tak layak untuk dipercayai. Hal ini terjadi setelah perdebatan kami ditahun pertama hubungan kami. Aku merasa dia tak memberi aku waktu sedang dia masih bisa mengupdate, hahahihi dengan teman-temannya di facebook. Aku tak pernah menyadari bahwa media-media sosial, memoderasi forum-forum adalah hal yang membantunya refreshing dari beratnya pekerjaan yang harus dia lakukan sepanjang waktu bahkan tanpa ada jeda. Ya, sungguh.. dua jam tanpa kerja sering dia katakan sebagai libur. Ya sayangnya kala itu aku tak mengerti pekerjaannya.

    Kami melewati perdebatan itu dengan baik-baik. Namun mungkin karena hal itu ia sama sekali tak lagi mempercayaiku. Dia lebih memprivasi hubungan dengan teman-temannya dariku. Saat inilah rasa cemburuku berubah menjadi rasa kesal bahwa aku tak layak dipercayai. Mungkin maksudnya untuk menjaga perasaanku karena bagaimanapun dia cukup dia digandrungi banyak wanita dan dia tak ingin aku berpikir yang tidak-tidak saat beberapa orang mengaku-ngaku berhubungan atau apalah. Dia mengenalku dengan baik, dia tahu benar itu memang mempengaruhiku. Tindakan prefentifnya justru malah jadi bumerang buatku, aku jadi selalu ingin tahu. Mungkin inilah kesalahan yang kami buat, kami jadi kucing-kucingan. Aku tak menyalahkannya hingga dia bertindak seperti itu. Ya seperti katanya dalam salah satu statusnya “kepercayaan itu seperti kesempatan, kadang ia tidak datang dua kali”, dan kebetulan akulah orang yang tak beruntung mendapatkan kepercayaan lagi.

    Ini salah, benar-benar salah. Apa yang aku pikirkan salah. Apa yang kulakukan salah. Kenapa aku harus sibuk ingin tahu tentang temannya dan bagaimana pertemanan mereka, sedang aku bisa memikirkan, memperhatikan yang jauh lebih berharga. Mengapa aku tak lebih berfokus pada hal-hal yang baik dalam hubungan kami. Mengapa aku tak berfokus pada apa yang miliki dan bagaimana kami kedepannya.

    Waktu-waktu yang berharga yang selalu diluangkan untukku disela-sela kesibukannya, tak pernah sedikitpun dia lupa untuk memberi waktunya untukku. Ketegasannya membimbingku untuk aku jadi lebih baik, keras memang kata-katanya namun aku menyadari semua itu untuk kebaikanku sendiri. Kesabarannya untuk selalu memberiku penjelasan bila aku kalut dengan pemikiranku sendiri dengan apa yang aku baca di semua dinding-dinding itu. Ya tulisan-tulisan itu selalu membuatku kelu dan membuat sekujur tubuhku memanas dan lunglai. Bukan hanya tulisan-tulisan mereka, tapi juga puisi-puisinya, kata-katanya yang tertulis didinding medianya tak jarang membuat tubuhku memanas, lemas dan melunglai karena aku berpikir salah.

    Itulah kesalahanku. Aku seharusnya belajar mempercayainya. Dan kini aku sedang berjuang mendapatkan kepercayaannya lagi, yang entah apakah aku akan mendapatkannya kembali atau tidak. Apapun hasilnya setidaknya aku sudah mencobanya.

    Aku bersyukur untuk lima tahun lebih yang kami boleh jalani bersama. Untuk semua yang kamu lakukan untukku.. terima kasih Ers. Ijikannlah aku melakukan yang terbaik untukmu seperti yang kamu sudah lakukan untukku.

    Cinta itu membutuhkan waktu dan cinta membutuhkan dua hati yang percaya agar selalu sanggup jalan beriringan. Cinta harus buta untuk hal-hal yang tak penting dan melek pada hal-hal yang lebih jelas dan nyata. Belajar melihat apa yang dilakukan orang yang kita cintai lebih daripada sibuk berpikir berlebihan dan akhirnya membunuh cinta itu sendiri. Kita harus lebih bisa melihat kelebihan kita dan berbuat yang terbaik dengan apa yang kita miliki untuk diri kita dan orang-orang yang kita cintai. Berdamai dengan diri kita sendiri adalah jalan yang terbaik.

      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 4:39 pm