Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Sakit Langka, Kebanyakan Makan Protein Bisa Bikin Smith Mati Otak

    Share
    avatar
    alia

    83
    18.09.11

    Sakit Langka, Kebanyakan Makan Protein Bisa Bikin Smith Mati Otak

    Post  alia on Tue Nov 04, 2014 6:07 am


    Makanan cepat saji seperti hamburger, keripik dan kentang goreng biasanya menjadi kegemaran banyak orang. Akan tetapi wanita ini mengidap alergi langka pada protein sehingga ia tak boleh banyak-banyak makan makanan cepat saji, kalau tak mau mati otak karenanya.

    Wanita ini bernama Kreseda Smith. Sejak berumur beberapa hari, dokter telah mendiagnosis Smith dengan penyakit bernama 'phenylketonuria' (PKU) ini. Tubuh orang yang mengidap penyakit ini tak ada mencerna salah satu asam amino yang terkandung dalam protein, yakni phenylalaine.

    Bila wanita berumur 36 tahun itu ngeyel dan kebanyakan makan protein, seperti yang ada pada hamburger dan berbagai jenis daging, termasuk susu, kacang, roti dan pasta, maka ia berisiko mengalami migrain kronis, epilepsi, kerusakan otot, hingga mati otak.

    "Saya hanya bisa makan pasta dan roti khusus yang kandungan phenylalaine-nya sudah dihilangkan. Demi menjaga kesehatan tubuh, saya juga harus mengonsumsi serangkaian suplemen setiap hari," katanya seperti dikutip dari berbagai sumber.

    Di masa kecil, Smith sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari teman-temannya karena ia membawa bekal makan sendiri dari rumah. Mereka menganggap apa yang dilakukan Smith sungguh lucu.

    "Sulit tumbuh dewasa dengan keadaan seperti ini. Bahkan ketika datang ke pesta ultah teman, saya harus bawa kantung makanan sendiri. Tapi lama-lama saya jadi sadar, karena ketika saya mencoba jajan cokelat diam-diam, saya malah kewalahan karena makanan itu membuat tubuh saya terasa sakit semua," paparnya.

    Lantas Smith bisa makan apa? Beruntung dalam kurun enam tahun terakhir, mahasiswi kandidat PhD ini mendapatkan pemantauan langsung dari tim dokter dan ahli nutrisi dari Queen Elizabeth Hospital, Birmingham.

    Ia mengaku sebagian besar makanannya diresepkan langsung oleh sang dokter. Pasalnya ia hanya boleh makan makanan vegan, dan konsumsi proteinnya hanya sebatas 10 gram perhari.

    "PKU ini sangat langka, hanya terjadi pada satu dari 10.000 bayi yang lahir. Jadi saya beruntung mereka mendiagnosisnya sejak dini, meskipun saya tak bisa makan cokelat atau junk food seperti anak-anak lainnya," tutupnya.


      Waktu sekarang Thu Aug 24, 2017 1:41 pm