Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Usia 20 Tahun atau 40 Tahun? Konsumsilah Makanan yang Sesuai Kondisi Tubuh

    Share

    violitaelgi

    13
    15.11.13

    Usia 20 Tahun atau 40 Tahun? Konsumsilah Makanan yang Sesuai Kondisi Tubuh

    Post  violitaelgi on Fri Nov 07, 2014 8:26 am


    Bertambahnya usia membuat kinerja organ tubuh mulai menurun. Jangan menunggu usia bertambah untuk memulai pola makan sehat. Karena setiap kelompok umur butuh dukungan nutrisi tertentu.

    Tambah usia akan membuat tubuh bertambah rentan terhadap penyakit diabetes, penyakit jantung, dan osteoporosis. Makanan ini dianjurkan untuk dikonsumsi rutin sesuai dengan kelompok umurnya

    1. Usia 20 dan 30 tahun
    Usia 20 hingga 30 tahun merupakan masa tubuh masih tetap prima, tapi tetap jaga konsumsi makanan. Kepadatan tulang masih berkembang dengan asupan kalsium dan vitamin D cukup untuk mencegah osteoporosis pada masa mendatang karena itu konsumsi susu, brokoli, bayam, dan kacang penting.

    Jauhi pula makanan tinggi gula dan penuhi kebutuhan serat (18 g per hari) untuk menghindari masalah sembelit dan tekanan darah tinggi. Jangan lupa konsumsi asam folat yang terkandung dalam sayuran hijau dan jeruk untuk menghindari cacat janin saat masa kehamilan bagi wanita.

    2. Usia 40 tahun
    Pada usia 40 tahun, tingkat metabolisme akan menurun. Pola makan tidak sehat dan jarang olah raga memicu masalah seperti penyakit jantung, diabetes, dan osteoarthritis. Tambah konsumsi sayuran kaya antioksidan dengan warna cerah seperti apel, wortel, dan jeruk.

    Kekurangan zat besi bisa dicukupi dengan konsumsi hati sapi dan daging sapi setidaknya dua kali seminggu maksimal 100 gram per porsi. Zat besi juga bisa ditemukan dalam buncis, asparagus, bayam, dan brokoli.

    3. 50 tahun
    Peningkatan kolesterol, tekanan darah, dan diabetes umum dialami oleh orang dengan kelompok umur ini. Coba terapkan diet Mediterania dengan banyak mengonsumsi buah sayuran dan sesekali makan ikan. Diet ini bisa mengangkat rasio kolesterol baik (HDL) dari jahat (LDL).

    Seiring bertambahnya usia, kebutuhan energi mulai berkurang jadi kurangi asupan kalori dan konsumsi ikan, bijian, dan kacang untuk asupan lemak baik pencegah penyakit jantung. Makanan berbahan kedelai seperti tahu, tempe, susu kedelai membantu meredakan gejala menopause dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

    4. 60 tahun
    Dengan aktivitas yang mulai terbatas, pastikan banyak meneguk air putih untuk mencegah sembelit. Tingkat asam perut juga akan menurun sehingga penyerapan zat besi, kalsium, vitamin B6 dan B12 akan ikut turun yang menyebab mudah lelah. Pastikan mengonsumsi serat dari bijian utuh, buah, sayuran, dan kacang.

    Vitamin B12 bisa didapatkan dari konsumsi daging, ikan, telur, dan produk susu. Sementara vitamin D datang dari margarin, telur, dan ikan kaya omega tiga seperti salmon dan makarel.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 9:17 am