Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Bohong Demi Kebaikan Sama Buruknya untuk Kehidupan Seks Pasangan

    Share
    avatar
    julia

    138
    25.06.11

    Bohong Demi Kebaikan Sama Buruknya untuk Kehidupan Seks Pasangan

    Post  julia on Fri Nov 14, 2014 12:26 am


    Berbohong kepada pasangan tentu tak dapat dimaafkan. Setelah dibohongi, pasangan biasanya enggan percaya lagi, tak begitu mesra atau tak lagi bisa menikmati aktivitas seksual bersama. Namun kebohongan demi kebaikan juga mempunyai dampak yang sama buruknya.

    Hal ini dikemukakan terapis seks Laura Berman, PhD. "Seseorang jadi terlihat lebih baik (dan lebih pintar) ketika memuji berat badan istrinya atau berpura-pura puas dengan apa yang dilakukan istri saat bercinta, tapi apakah ini baik bagi keduanya?" tanyanya.

    Menurut profesor di bidang obstetri/ginekologi dan psikiatri dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago tersebut, pasangan memang tak tahu apakah Anda jujur atau tidak, akan tetapi mereka bisa merasakan bagaimana perasaan Anda sebenarnya.

    "Kalaupun ia tidak merasakannya, Anda akan terus terpuruk oleh ketidakpuasan dan hilangnya 'koneksi'. Dan dari waktu ke waktu, perasaan-perasaan ini akan tumbuh subur sehingga Anda jadi tidak tahan godaan, dan cenderung melampiaskannya dengan berselingkuh," urainya seperti dikutip dari Foxnews.

    Lantas bagaimana mengatasinya? Berman mengatakan lebih baik berkata apa adanya kepada pasangan. Ia kemudian mencontohkan, misal istri meminta pendapat Anda soal gaun yang sebenarnya Anda benci. Maka ingatkan bila Anda tidak menyukai gaun itu.

    "Atau kalau istri tidak suka blak-blakan begitu, katakan 'Kamu selalu terlihat cantik, tapi bukankah lebih baik kamu mengenakan gaun lainnya, seperti gaun hitam seksi itu misalkan? Kamu membuatku gila karenanya'," papar Berman.

    Begitu juga bila Anda merasakan ketidakpuasan dengan hubungan intim. Ungkapkan apa yang menjadi kebutuhan Anda dengan cara yang positif. "Jangan bilang 'Kenapa kita tak pernah bercinta lagi?', tapi katakan 'Aku ingin berhubungan denganmu'. Atau 'Saya benci bila kamu tidak memandangku saat bercinta', lebih baik bilang 'Aku lebih suka kalau kita saling memandang dan berciuman ketika berhubungan intim'," lanjutnya.

    Berman sejatinya tidak melarang bila pasangan sesekali berbohong demi kebaikan seperti ini, walaupun menurutnya tak ada yang lebih penting daripada jujur kepada pasangan.

    "Kalau bisa larang kebohongan semacam ini, bahkan kepada anak-anak Anda, dan dorong setiap anggota\' keluarga agar satu sama lain selalu jujur dan terbuka," tutupnya.


      Waktu sekarang Fri Jul 28, 2017 10:01 pm