Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    90% Jajanan di Kantin Sekolah Belum Layak Dikonsumsi

    Share

    zuko

    152
    25.06.11

    90% Jajanan di Kantin Sekolah Belum Layak Dikonsumsi

    Post  zuko on Fri Nov 21, 2014 6:15 am


    BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membuat Aksi Nasional Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah (Aksi Nasional PJAS). Aksi ini dibuat demi menjaga kualitas makanan sehat yang ada di setiap kantin sekolah.

    Kepala BPOM Roy Sparringa mengatakan, gerakan PJAS sudah dicanangkan sejak 2011. Hingga 2014, target penyebaran Aksi Nasional PJAS belum dilakukan secara merata.

    Padahal seiring waktu kualitas makanan yang dijual di kantin sekolah belum tentu sehat dan aman dikonsumsi. Bahayanya berasal dari cemaran makanan dari kandungan kimia layaknya boraks, bahan tekstil, pewarna buatan dan masih banyak lainnya.

    Seharusnya, aksi ini wajib diterapkan secara merata oleh setiap kantin sekolah di wilayah Indonesia. Sayangnya, banyak kantin sekolah yang belum terpapar oleh BPOM untuk pengambilan sample makanan.

    "Sampai 2014, aksi ini baru menjangkau 10 persen SD/MI dari 180.000 sekolah di Indonesia. Kami belum dapat optimal karena banyaknya keterbatasan," kata Roy saat dijumpai di Gedung Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto.

    Kata Roy, saat ini lebih dari 17.000 SD/MI yang baru terpapar oleh BPOM. Selebihnya BPOM memeriksa sample uji kelayakan makanan di laboratorium.

    "Tantangan terbesarnya lain adalah masih ada 90 persen sekolah dasar yang belum terpapar program ini. Karena sejauh ini kami baru bisa menjangkau sekitar 17.000an sekolah saja," kata Roy.

    Roy mengajak kepada para guru dan orang tua agar waspada terhadap bahaya makanan yang ada di kantin sekolah. BPOM sadar bahwa kemampuan untuk menyebarkan aksi ini sangat terbatas.

    "Kemampuan kita (BPOM) terbatas, jadi masyarakat dan komunitas sekolah juga harus mandiri dan ikut mengawasi," tutupnya.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 11:10 am