Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» 'Game Mode' di Windows 10 Bisa Bikin PC Ngebut
Mon Jan 16, 2017 1:24 pm by via

» 10 Rumus Kehidupan Ini Akan Buatmu Lebih Bijaksana dan Bahagia
Mon Jan 16, 2017 1:18 pm by via

» Korowai Tribe
Tue Jan 10, 2017 1:25 pm by via

» Cinta "Terlarang" Bung Karno dan Penari Istana
Tue Jan 10, 2017 1:02 pm by via

» 7 Rahasia Wanita yang Tidak Akan Diceritakan ke Pasangannya
Tue Jan 10, 2017 12:44 pm by via

» Ini Shampo Untuk Mengatasi Kulit Kepala Gatal
Tue Jan 10, 2017 12:30 pm by lanang

» Sejarah Koteka
Tue Jan 10, 2017 12:23 pm by lanang

» Saat Fantastic Beasts Bertemu Harry Potter di Dunia Anime
Tue Jan 10, 2017 12:15 pm by lanang

» Modifikasi Knalpot Motor Untuk Performa Terbaik
Tue Jan 10, 2017 12:01 pm by flade

IKLAN ANDA


    Terungkap, Ada Desa Nudis di London

    Share

    lea

    391
    Age : 31
    08.03.09

    Terungkap, Ada Desa Nudis di London

    Post  lea on Wed Dec 03, 2014 6:08 am


    Jika menurut Anda mengunjungi pantai nudis itu sudah biasa, coba mampir ke Spielplatz, Bricket Wood, Hertfordshire, Inggris. Desa yang sudah berdiri sejak 1929 tersebut dikenal sebagai desa nudis. Dengan kata lain, seluruh penduduk di desa tersebut memilih tampilan polos, tanpa sehelai benang pun, dalam keseharian mereka.

    Bukan hanya itu saja yang unik. Spielplatz, terletak tepat di tengah-tengah kota London yang sibuk. Hanya berjarak ratusan meter dari jalan raya M25.

    Dilansir Daily Mail, penduduk Spielplatz telah menjalani gaya hidup kembali ke alam tersebut sejak 85 tahun lalu.

    Kehidupan mereka selama ini belum pernah diekspose media, hingga sebuah film dokumenter mengangkat kisah mereka. Berjudul The Nudists Next Door, film tersebut menceritakan tentang kehidupan mereka sehari-hari dan alasan para penduduknya memilih gaya hidup nudis.

    Dua orang penduduk awal di Spielplatz adalah pasangan Tina dan Mark Yates. Mereka hijrah ke Spielplatz karena Tina ingin lebih mengenal dan mengeksplorasi diri dalam lingkungan yang lebih alami.

    Tina mengatakan, nama Spielplatz diambil dari bahasa Jerman yang berarti taman bermain.

    “Desa ini dirikan oleh Iseult Richardson pada 1929,” kata Tina, yang mengatakan sangat bersyukur bisa tinggal di desa yang menerima para penduduknya apa adanya.

    “Kami beruntung tinggal di tempat yang luar biasa ini. Kami tidak perlu malu atau rikuh dengan orang lain atas pilihan gaya hidup kami,” ujar Tina.

    Sekarang ini, terdapat 34 rumah di Spielplatz, kebanyakan berbentuk bungalo dengan dua kamar. Tidak hanya di dalam rumah, para penduduknya pun bebas berkeliaran tanpa pakaian saat hendak mengunjungi bar lokal.

    Namun, Tina mengatakan tidak ada paksaan untuk tampil polos. “Jika ada yang ingin menggunakan busana, kami persilakan. Ini hanya pilihan,” tambahnya.

    Sementara, jika ingin keluar desa, para penduduk pun biasanya mengenakan pakaian guna menghargai orang lain yang mungkin merasa tersinggung atau malu dengan ketelanjangan mereka.


      Waktu sekarang Wed Jan 18, 2017 2:07 am