Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Terungkap, Ada Desa Nudis di London

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Terungkap, Ada Desa Nudis di London

    Post  lea on Wed Dec 03, 2014 6:08 am


    Jika menurut Anda mengunjungi pantai nudis itu sudah biasa, coba mampir ke Spielplatz, Bricket Wood, Hertfordshire, Inggris. Desa yang sudah berdiri sejak 1929 tersebut dikenal sebagai desa nudis. Dengan kata lain, seluruh penduduk di desa tersebut memilih tampilan polos, tanpa sehelai benang pun, dalam keseharian mereka.

    Bukan hanya itu saja yang unik. Spielplatz, terletak tepat di tengah-tengah kota London yang sibuk. Hanya berjarak ratusan meter dari jalan raya M25.

    Dilansir Daily Mail, penduduk Spielplatz telah menjalani gaya hidup kembali ke alam tersebut sejak 85 tahun lalu.

    Kehidupan mereka selama ini belum pernah diekspose media, hingga sebuah film dokumenter mengangkat kisah mereka. Berjudul The Nudists Next Door, film tersebut menceritakan tentang kehidupan mereka sehari-hari dan alasan para penduduknya memilih gaya hidup nudis.

    Dua orang penduduk awal di Spielplatz adalah pasangan Tina dan Mark Yates. Mereka hijrah ke Spielplatz karena Tina ingin lebih mengenal dan mengeksplorasi diri dalam lingkungan yang lebih alami.

    Tina mengatakan, nama Spielplatz diambil dari bahasa Jerman yang berarti taman bermain.

    “Desa ini dirikan oleh Iseult Richardson pada 1929,” kata Tina, yang mengatakan sangat bersyukur bisa tinggal di desa yang menerima para penduduknya apa adanya.

    “Kami beruntung tinggal di tempat yang luar biasa ini. Kami tidak perlu malu atau rikuh dengan orang lain atas pilihan gaya hidup kami,” ujar Tina.

    Sekarang ini, terdapat 34 rumah di Spielplatz, kebanyakan berbentuk bungalo dengan dua kamar. Tidak hanya di dalam rumah, para penduduknya pun bebas berkeliaran tanpa pakaian saat hendak mengunjungi bar lokal.

    Namun, Tina mengatakan tidak ada paksaan untuk tampil polos. “Jika ada yang ingin menggunakan busana, kami persilakan. Ini hanya pilihan,” tambahnya.

    Sementara, jika ingin keluar desa, para penduduk pun biasanya mengenakan pakaian guna menghargai orang lain yang mungkin merasa tersinggung atau malu dengan ketelanjangan mereka.


      Waktu sekarang Fri Dec 09, 2016 10:21 pm