Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Share
    avatar
    julia

    138
    25.06.11

    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Post  julia on Fri Dec 05, 2014 5:49 am


    Menurut penelitian, manusia dan kucing hidup berdampingan sejak sembilan ribu tahun lalu. Sebuah analisis dari genom kucing oleh University School of Medichine di St Louis menunjukkan domestikasi kucing lebih cepat dari anjing.

    Domestikasi sendiri mengartikan tentang pengadopsian tumbuhan atau hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar.

    Laporan yang dituliskan di Prosiding National Academy of Sciences Early Edition pada awal November lalu, mengungkapkan bahwa kucing memiliki sejarah yang relatif baru dibandingkan dengan domestikasi taring anjing dari serigala sejak 30 ribu tahun lalu.

    “Kucing tidak seperti anjing yang hanya semidomesticated atau semi jinak,” tulis Wes Warren PhD, Profesor Genetika The Genome Institue Washington University, dalam laporannya.

    Laporan ini ditulis, berdasarkan hasil penelitian terhadap genom kucing domestik dan beberapa kucing liar yang memiliki hubungan kerabat dekat. Hasil penelitian mengungkapkan bukti DNA domestikasi kucing memang sangat kuat.

    Para ilmuwan menemukan perubahan dalam gen kucing domestik, menunjukkan bahwa memori, ketakutan dan kesenangan merupakan proses yang paling besar mempengaruhi proses domestikasi kucing menjadi lebih cepat, seperti dilansir dari Machineslikeus.

    “Manusia yang paling banyak memanfaatkan kucing, seperti pengendalian terhadap hama tikus yang mencuri hasil gandum. Sehingga hipotesis atas jinaknya kucing ini, karena manusia sering kali menawarkan hadiah\' berupa makanan atas jasa kucing,” jelas Warren menambahkan.

    Hasil penelitian ini juga mengartikan, kucing akan lebih memilih untuk tinggal dengan manusia daripada harus menjalani pertahanan hidup di alam liar. Seiring waktu, kini manusia lebih suka untuk menjaga kucing, karena lebih jinak dan bermanfaat.


      Waktu sekarang Fri Jul 21, 2017 7:46 pm