Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Post  julia on Fri Dec 05, 2014 5:49 am


    Menurut penelitian, manusia dan kucing hidup berdampingan sejak sembilan ribu tahun lalu. Sebuah analisis dari genom kucing oleh University School of Medichine di St Louis menunjukkan domestikasi kucing lebih cepat dari anjing.

    Domestikasi sendiri mengartikan tentang pengadopsian tumbuhan atau hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar.

    Laporan yang dituliskan di Prosiding National Academy of Sciences Early Edition pada awal November lalu, mengungkapkan bahwa kucing memiliki sejarah yang relatif baru dibandingkan dengan domestikasi taring anjing dari serigala sejak 30 ribu tahun lalu.

    “Kucing tidak seperti anjing yang hanya semidomesticated atau semi jinak,” tulis Wes Warren PhD, Profesor Genetika The Genome Institue Washington University, dalam laporannya.

    Laporan ini ditulis, berdasarkan hasil penelitian terhadap genom kucing domestik dan beberapa kucing liar yang memiliki hubungan kerabat dekat. Hasil penelitian mengungkapkan bukti DNA domestikasi kucing memang sangat kuat.

    Para ilmuwan menemukan perubahan dalam gen kucing domestik, menunjukkan bahwa memori, ketakutan dan kesenangan merupakan proses yang paling besar mempengaruhi proses domestikasi kucing menjadi lebih cepat, seperti dilansir dari Machineslikeus.

    “Manusia yang paling banyak memanfaatkan kucing, seperti pengendalian terhadap hama tikus yang mencuri hasil gandum. Sehingga hipotesis atas jinaknya kucing ini, karena manusia sering kali menawarkan hadiah\' berupa makanan atas jasa kucing,” jelas Warren menambahkan.

    Hasil penelitian ini juga mengartikan, kucing akan lebih memilih untuk tinggal dengan manusia daripada harus menjalani pertahanan hidup di alam liar. Seiring waktu, kini manusia lebih suka untuk menjaga kucing, karena lebih jinak dan bermanfaat.


      Waktu sekarang Mon Dec 05, 2016 11:29 am