Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Yesterday at 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Alasan Kucing Lebih Jinak Ketimbang Anjing

    Post  julia on Fri Dec 05, 2014 5:49 am


    Menurut penelitian, manusia dan kucing hidup berdampingan sejak sembilan ribu tahun lalu. Sebuah analisis dari genom kucing oleh University School of Medichine di St Louis menunjukkan domestikasi kucing lebih cepat dari anjing.

    Domestikasi sendiri mengartikan tentang pengadopsian tumbuhan atau hewan dari kehidupan liar ke dalam lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Dalam arti yang sederhana, domestikasi merupakan proses "penjinakan" yang dilakukan terhadap hewan liar.

    Laporan yang dituliskan di Prosiding National Academy of Sciences Early Edition pada awal November lalu, mengungkapkan bahwa kucing memiliki sejarah yang relatif baru dibandingkan dengan domestikasi taring anjing dari serigala sejak 30 ribu tahun lalu.

    “Kucing tidak seperti anjing yang hanya semidomesticated atau semi jinak,” tulis Wes Warren PhD, Profesor Genetika The Genome Institue Washington University, dalam laporannya.

    Laporan ini ditulis, berdasarkan hasil penelitian terhadap genom kucing domestik dan beberapa kucing liar yang memiliki hubungan kerabat dekat. Hasil penelitian mengungkapkan bukti DNA domestikasi kucing memang sangat kuat.

    Para ilmuwan menemukan perubahan dalam gen kucing domestik, menunjukkan bahwa memori, ketakutan dan kesenangan merupakan proses yang paling besar mempengaruhi proses domestikasi kucing menjadi lebih cepat, seperti dilansir dari Machineslikeus.

    “Manusia yang paling banyak memanfaatkan kucing, seperti pengendalian terhadap hama tikus yang mencuri hasil gandum. Sehingga hipotesis atas jinaknya kucing ini, karena manusia sering kali menawarkan hadiah\' berupa makanan atas jasa kucing,” jelas Warren menambahkan.

    Hasil penelitian ini juga mengartikan, kucing akan lebih memilih untuk tinggal dengan manusia daripada harus menjalani pertahanan hidup di alam liar. Seiring waktu, kini manusia lebih suka untuk menjaga kucing, karena lebih jinak dan bermanfaat.


      Waktu sekarang Wed Sep 28, 2016 10:29 am