Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Jenis - Jenis Kertas Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Percetakan
Fri Aug 18, 2017 1:34 pm by flade

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

IKLAN ANDA


    Kalau Madu Dicampur Teh, Apakah Masih Sama Khasiatnya?

    Share
    avatar
    lea

    391
    Age : 32
    08.03.09

    Kalau Madu Dicampur Teh, Apakah Masih Sama Khasiatnya?

    Post  lea on Mon Dec 29, 2014 1:21 pm


    Madu sering disebut-sebut sebagai alternatif gula yang lebih menyehatkan. Karena itu, makanan dan minuman yang mengandung madu diklaim bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apakah madu tidak kehilangan khasiatnya setelah dipanaskan?

    Selain itu, berapa takaran konsumsi madu yang disarankan? Apakah madu boleh dikonsumsi balita? Bagaimana menyimpan madu yang benar? Drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM sebagai ahli perlebahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saat ditemui Detikfood di acara Manuka Health New Zealand di Jakarta:

    1. Konsumsi
    Chandra menyarankan madu dikonsumsi setiap hari sebanyak 1-2 sendok teh (5-10 ml). "Sebaiknya minum madu sebelum sarapan agar gizinya terserap dengan baik oleh tubuh," saran pria yang mewakili Indonesia di Apimondia, asosiasi perlebahan sedunia ini.

    2. Madu sebagai campuran makanan dan minuman
    Terkadang madu digunakan sebagai campuran atau pengganti gula dalam minuman atau makanan. Sebenarnya, menurut Chandra, gizi madu hanya optimal jika dipanaskan dalam suhu maksimal sekitar 50 C selama satu jam saja.

    "Jadi sebenarnya madu sebagai campuran kue sudah hilang khasiatnya, tinggal manisnya saja. Kecuali kalau madu dituangkan setelah kuenya matang," jelas Chandra. Ia menambahkan, madu bisa ditambahkan ke dalam teh hangat karena langsung diminum, tidak didiamkan terlalu lama.

    3. Madu untuk anak
    Menurut Wayan Raimantera sebagai perwakilan Manuka Health New Zealand di Indonesia, di negara-negara Barat seperti Selandia Baru, madu hanya boleh diberikan kepada anak berusia dua tahun ke atas.

    "Ras Kaukasia lebih rentan terhadap alergi serbuk sari," katanya saat ditemui di kesempatan yang sama. Serbuk sari terbawa oleh lebah saat mengambil nektar dari bunga dan bisa terkandung dalam madu.

    Namun di Indonesia, madu disebut-sebut sudah bisa diberikan kepada anak setelah usia satu tahun. Sebab, sistem kekebalan tubuh bayi yang belum genap berumur setahun belum optimal. Bayipun rentan terkena botulisme akibat bakteri Clostridium botulinum dalam madu.

    4. Penyimpanan madu
    Chandra menyarankan madu disimpan di suhu ruang dan ditutup rapat. "Boleh dimasukkan ke kulkas, tapi jangan di freezer," kata Chandra. Jadi, jangan simpan madu di suhu ekstrem, yakni panas atau terlalu dingin.

    Menurut Chandra, madu sebenarnya tidak memiliki masa kedaluwarsa. Sebab, aktivitas antibakteri di dalamnya sudah jadi bahan pengawet alami. Namun, peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengharuskan tanggal kedaluwarsa madu lima tahun setelah masa produksi.

    "Lagi pula, madu yang disimpan terlalu lama warnanya jadi lebih gelap. Bukan berarti kandungan mineralnya lebih tinggi seperti terdapat pada madu berwarna gelap alami. Kualitasnya juga semakin menurun," jelas Chandra.


      Waktu sekarang Sun Aug 20, 2017 7:28 am