Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Kalau Madu Dicampur Teh, Apakah Masih Sama Khasiatnya?

    Share

    lea

    383
    Age : 31
    08.03.09

    Kalau Madu Dicampur Teh, Apakah Masih Sama Khasiatnya?

    Post  lea on Mon Dec 29, 2014 1:21 pm


    Madu sering disebut-sebut sebagai alternatif gula yang lebih menyehatkan. Karena itu, makanan dan minuman yang mengandung madu diklaim bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apakah madu tidak kehilangan khasiatnya setelah dipanaskan?

    Selain itu, berapa takaran konsumsi madu yang disarankan? Apakah madu boleh dikonsumsi balita? Bagaimana menyimpan madu yang benar? Drs. Mochamad Chandra Widjaja, MM sebagai ahli perlebahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut saat ditemui Detikfood di acara Manuka Health New Zealand di Jakarta:

    1. Konsumsi
    Chandra menyarankan madu dikonsumsi setiap hari sebanyak 1-2 sendok teh (5-10 ml). "Sebaiknya minum madu sebelum sarapan agar gizinya terserap dengan baik oleh tubuh," saran pria yang mewakili Indonesia di Apimondia, asosiasi perlebahan sedunia ini.

    2. Madu sebagai campuran makanan dan minuman
    Terkadang madu digunakan sebagai campuran atau pengganti gula dalam minuman atau makanan. Sebenarnya, menurut Chandra, gizi madu hanya optimal jika dipanaskan dalam suhu maksimal sekitar 50 C selama satu jam saja.

    "Jadi sebenarnya madu sebagai campuran kue sudah hilang khasiatnya, tinggal manisnya saja. Kecuali kalau madu dituangkan setelah kuenya matang," jelas Chandra. Ia menambahkan, madu bisa ditambahkan ke dalam teh hangat karena langsung diminum, tidak didiamkan terlalu lama.

    3. Madu untuk anak
    Menurut Wayan Raimantera sebagai perwakilan Manuka Health New Zealand di Indonesia, di negara-negara Barat seperti Selandia Baru, madu hanya boleh diberikan kepada anak berusia dua tahun ke atas.

    "Ras Kaukasia lebih rentan terhadap alergi serbuk sari," katanya saat ditemui di kesempatan yang sama. Serbuk sari terbawa oleh lebah saat mengambil nektar dari bunga dan bisa terkandung dalam madu.

    Namun di Indonesia, madu disebut-sebut sudah bisa diberikan kepada anak setelah usia satu tahun. Sebab, sistem kekebalan tubuh bayi yang belum genap berumur setahun belum optimal. Bayipun rentan terkena botulisme akibat bakteri Clostridium botulinum dalam madu.

    4. Penyimpanan madu
    Chandra menyarankan madu disimpan di suhu ruang dan ditutup rapat. "Boleh dimasukkan ke kulkas, tapi jangan di freezer," kata Chandra. Jadi, jangan simpan madu di suhu ekstrem, yakni panas atau terlalu dingin.

    Menurut Chandra, madu sebenarnya tidak memiliki masa kedaluwarsa. Sebab, aktivitas antibakteri di dalamnya sudah jadi bahan pengawet alami. Namun, peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengharuskan tanggal kedaluwarsa madu lima tahun setelah masa produksi.

    "Lagi pula, madu yang disimpan terlalu lama warnanya jadi lebih gelap. Bukan berarti kandungan mineralnya lebih tinggi seperti terdapat pada madu berwarna gelap alami. Kualitasnya juga semakin menurun," jelas Chandra.


      Waktu sekarang Wed Dec 07, 2016 5:31 pm