Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Menangkap Kembang Api dengan Kamera Ponsel

    Share

    verra_dama

    7
    22.08.14

    Menangkap Kembang Api dengan Kamera Ponsel

    Post  verra_dama on Fri Jan 09, 2015 6:40 am


    Perayaan tahun baru atau momen istimewa lainnya biasanya identik dengan kembang api. Semburan warna warni kembang api tentunya jadi obyek menarik untuk dijepret. Tak harus pakai kamera kelas berat (DSLR), pakai kamera ponsel pun bisa.

    Memang, tak semua hasil yang didapatkan akan sebagus dan sedramatisir bila direkam dengan kamera DSLR atau sejenisnya. Tapi setidaknya, dengan trik yang matang mendekati hasil nyaris sempurna bisa didapatkan.

    Apalagi saat ini sudah cukup banyak smartphone dengan kamera yang kuat dalam kondisi low light.

    Nah, berikut detikINET coba beberkan beberapa triknya yang dirangkum dari berbagai sumber.

    1. Matikan Fitur HDR dan Flash

    Sudah banyak smartphone yang dipasangkan flash di kameranya. Tapi itu tidak berguna bila menangkap objek di malam hari yang posisinya jauh, seperti momen meledaknya kembang api. Jadi langkah pertama yang harus dilakukan, matikan fitur kamera flash Anda.

    Di banyak smartphone keluaran terbaru, baik Android atau iPhone, biasanya juga ditambahkan fungsi high dynamic range (HDR) di mana -- dalam banyak kasus -- cukup membantu mengambil gambar yang bagus.

    Akan tetapi yang mesti diingat adalah, HDR tidak sesuai untuk objek seperti kembang api, karena semburan yang terjadi dengan cepat. Fitur ini tidak cukup cepat untuk meringkusnya. Sehingga pastikan juga fitur HDR ini dalam posisi off.

    Bila Anda pengguna smartphone Android, sebaiknya mengecek beberapa setingan tambahan untuk memotret, seperti:
    - Fitur stabilizer. Bila ada, silakan dinyalakan.
    - Fitur ISO. Bila tersedia, ubah\' secara manual ke ISO 400 untuk hasil yang terbaik.
    - Jelasnya, pastikan bahwa kamera smartphone Anda diatur dengan resolusi setinggi mungkin. Imbasnya siapkan memori yang luas karena pasti akan menghasilkan file besar pula.

    2. Manfaatkan Aplikasi

    Beberapa aplikasi untuk membantu di kondisi kurang cahaya sudah cukup banyak di App Store dan Google Play Store.

    Untuk pengguna Android, bisa juga dicoba aplikasi Camera Night yang bisa diunduh gratis, atau bayar USD 3 untuk versi Pro-nya.

    Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan aplikasi milik iOS. Karena aplikasi ini memliki beberapa pengaturan yang dapat menyesuaikan untuk menangkap gambar malam terbaik.

    Di iOS bisa juga memanfaatkan aplikasi bernama Cortex Camera yang dijual seharga USD 3 di iTunes.

    Aplikasi ini dapat membantu mengambil foto besar dalam kondisi cahaya minim. Yang perlu diingat adalah bahwa ketika Anda menekan tombol rana (shutter button), Anda harus memegang smartphone dengan stabil selama 3 detik.

    Cortex Camera adalah salah satu aplikasi tambahan yang cukup mumpuni, sebab mampu meredam noise dan mengangkat ketajaman gambar di cahaya minim sekalipun.

    3. Manfaatkan Burst Mode

    Smartphone Android punya keuntungan lebih dengan kehadiran fitur burst mode. Fitur ini bisa dicoba untuk memotret kembang api.

    Sebabnya, kemampuan serangkaian 'tembakan' gambar dengan sekali pencet, mampu membuat Anda mempunyai pilihan mana gambar yang terbaik.

    Bila tidak punya fitur ini, jangan khawatir. Sebab Anda pengguna Android bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Fast Burst Camera, seharga USD 3 saja.

    Aplikasi ini memungkinkan pengguna mengambil 30 frame per detik untuk smartphone dengan kualitas high end, atau 5 sampai 10 frame per detik untuk spesifikasi yang tidak terlalu tinggi.

    4. Penggunaan Tripod Mini

    Saat ini sudah banyak aksesoris seperti tripod yang khusus dibuat untuk smartphone agar posisi mengambil foto bisa terus stabil. Jadi bisa juga memanfaatkan alat bantu tersebut.

    Akan tetapi bila malas membawanya, ada trik lainnya agar posisi mengambil gambar bisa stabil. Anda dapat mengurangi gerakan dengan bersandar. Katakanlah seperti merapat pada pohon, mobil, dinding atau lainnya.

    Namun jangan sekali-sekali menggunakan zoom digital untuk mengambil objek jauh menjadi dekat. Karena itu cara mudah untuk merusak gambar.

    Jika Anda ingin mendapatkan gambar close-up yang lebih ciamik, Anda lebih baik secara fisik bergerak lebih dekat.


      Waktu sekarang Thu Sep 29, 2016 5:11 pm