Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Tips Mudah Kupas Bawang Merah Dalam Jumlah Banyak Tanpa Air Mata
Tue Sep 27, 2016 10:05 pm by zuko

» Legenda Tanah Sunda - Mundinglaya Dikusumah
Sat Sep 24, 2016 8:35 am by La Rose

» Sejarah Khanduri Apam - Tradisi Aceh
Sun Sep 18, 2016 11:00 am by jakarta

» Setting SSID dan password wifi android
Sat Sep 17, 2016 2:50 pm by jakarta

» Ciptakan Keluarga Bahagia dengan Momen seperti Ini
Sat Sep 17, 2016 9:34 am by La Rose

» Negeri Sinterklas
Fri Sep 16, 2016 10:56 am by La Rose

» Cara Praktis Meniup Balon
Sat Sep 10, 2016 7:20 pm by flade

» Mengenal Endorse
Fri Sep 09, 2016 5:11 pm by zuko

» Lapland - Sebuah Desa Tanpa Ada Waktu Malam
Fri Sep 02, 2016 4:03 pm by alia

IKLAN ANDA


    Kisah Haru Seorang Duda Nikahi Sang Kekasih yang Divonis Hidupnya Tinggal 48 Jam

    Share

    julia

    138
    25.06.11

    Kisah Haru Seorang Duda Nikahi Sang Kekasih yang Divonis Hidupnya Tinggal 48 Jam

    Post  julia on Tue Mar 17, 2015 1:54 pm


    Michelle O Connor dinikahi oleh kekasihnya, Jack Beniston, di ruang tunggu rumah sakit setelah mendengar kabar bahwa dirinya hanya memiliki harapan hidup selama dua hari.

    Seorang duda, Jack Beniston (22) dari Stamford, Amerika Serikat menceritakan kisah pilunya ketika harus melamar dan menikahi sang kekasih di ruang tunggu Rumah Sakit.

    Hal ini mesti terjadi lantaran kekasihnya Michelle O'Connor (32) divonis hanya memiliki sisa waktu hanya 48 jam.

    Beniston dan O'Connor telah menjalin kasih selama tiga tahun dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Martha. Sebelum melahirkan anaknya, dokter menemukan tumor pada area serviks O'Connor.

    Tumor yang terdeteksi sebagai kanker ini semakin ganas setelah dua bulan O'Connor melahirkan Martha. Informasi mengejutkan tersebut berlanjut dengan kabar buruk lainnya.

    Dokter mengatakan bahwa harapan hidup O'Connor hanya tinggal dua hari atau 48 jam. Mendengar kabar mengenaskan tersebut, Beniston pun lantas berlutut dan melamar kekasihnya.

    Tak punya waktu untuk terpuruk terlalu lama, Beniston bertindak cepat dengan merencanakan pernikahan. Beniston meminta bantuan dari sejumlah pihak terdekat, keluarga dan sahabat.

    "Aku mengajak kedua pihak keluarga, dan beberapa teman dekat untuk membantu," ujar Beniston. "Para perawat yang sudah selesai bekerja membantu kami menghias ruangan, yang pasti tak akan dapat dibayangkan itu adalah ruang tunggu sebelumnya."

    Seiring waktu, Ibu O'Connor bergegas datang membawa gaun pengantin miliknya dahulu dan sepasang sepatu cantik untuk sang putri.

    Upacara pernikahan berjalan sukses. Lalu, empat minggu kemudian, O'Connor berpulang karena tubuhnya tak sanggup lagi berjuang melawan penderitaan akibat jaringan kanker yang menggerogoti tubuhnya.

    "Orang-orang akan bertanya kepadaku, kenapa aku tak pulang di di malam hari. Tetapi aku tak ingin ada saat yang terlewatkan, di akhir kebersamaan kami," terang Beniston.

    Sekarang, Beniston merencanakan masa mendatang dengan fokus merawat putrinya yang berusia delapan bulan.

    Selain itu, dia juga menciptakan situs bernama Virgin Money Giving, yang merupakan organisasi penggalanan dana untuk Thripe Hill Hospice, rumah sakit tempat almarhumah istrinya mengembuskan napas terakhir.


      Waktu sekarang Fri Sep 30, 2016 5:06 pm