Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Transfer Pulsa Indosat Ooredoo
Thu Nov 17, 2016 9:04 am by alia

» Uztadz dan Kuntilanak
Mon Nov 07, 2016 12:46 pm by bocahnakal

» Jika Kamu Tua
Fri Nov 04, 2016 6:39 pm by alia

» Suku Dayak: Keindahan Tato, Ketajaman Mandau, dan Kecantikan Wanita
Fri Nov 04, 2016 11:45 am by alia

» Menyesapi Filosofi Batik Nusantara
Mon Oct 31, 2016 2:13 pm by jakarta

» Hindari 6 Kebiasaan Buruk Mengelola Keuangan di Usia Muda
Mon Oct 31, 2016 9:40 am by jakarta

» Video 100 Persen Pasti Ngakak
Sat Oct 29, 2016 5:50 pm by bocahnakal

» Tak Ada Duanya di Dunia, Merica Batak yang Pedas Beraroma Lemon
Thu Oct 27, 2016 3:27 pm by La Rose

» Di balik keUnikan Ir.Soekarno
Thu Oct 27, 2016 9:16 am by jakarta

IKLAN ANDA


    Sade, Kampung Sasak yang Unik

    Share

    flade

    936
    23.09.09

    Sade, Kampung Sasak yang Unik

    Post  flade on Tue May 05, 2015 8:16 am


    Desa Sade, merupakan salah satu kampung yang dihuni suku Sasak, salah satu suku asli di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Desa ini, cukup mudah terjangkau. Dari Bandara Praya Lombok, hanya butuh waktu sekitar 20 menit menuju arah Selatan. Desanya pun terletak di tepi jalan, sehingga sangat mudah menjangkaunya.

    Saat memasuki gerbang desa Sade, nuansa perkampungan tradisional langsung terasa. Bangunan-bangunan rumahnya terbuat dari kayu dan atap jerami yang menjuntai. Seorang pemuda Sasak bernama Awang pun berbagai cerita. ~republika



    Menurut Awang, desa Sade adalah desa Sasak yang masih dipertahankan keasliannya. Menurutnya saat ini, jumlah penduduk di Desa Sade sekitar 700 orang. Namun jumlah rumah yang ada hanya 150 rumah. Bangunan rumah tersebut tidak bisa ditambah lagi karena sudah tidak ada tempat.

    Perkampungan seluas lima hektare ini, terasa padatt. Satu rumah dengan lainnya saling berdempetan. Hanya ada jalan seluas satu meter yang memisahkan. ''Makanya satu rumah bisa dihuni lima sampai enam kepala keluarga,'' ujar Awang.

    Masyarakat suku Sasak, masih melakukan pernikahan dengan kalangan mereka sendiri. Meski demikian, kata Awang, tidak ada larangan bagi orang Sasak menikah dengan warga lain dari luar komunitasnya. Pernikahan dengan sesama warga Sasak, lebih didkarenakan ketidakmampuan mereka memenuhi syarat sebuah pernikahan.

    Awang mengatakan, jika menikah dengan sesama orang Sasak, mereka cukup menyiapkan uang Rp 1 juta saja. ''Tapi kalau dengan orang luar, biasanya minta disiapkan mahar satu atau dua ekor sapi,'' ujarnya.

    Masyarakat Sasak, bermata pencaharian sebagai petani. Sementara kaum perempuannya, tinggal di rumah membuat kain tenun ikat khas suku Sasak serta\' membuat kerajinan gelang dan kalung dari berbagai manik-manik. Sawah yang dimiliki adalah sawah tadah hujan. Karena itu, mereka hanya bisa panen setahun sekali.

    Padi yang telah dipanen disimpan di sebuah lumbung yang diberi nama Berugak Sekenam. Menurut Awang, yang bisa menyimpan padi ke dalam lumbung tersebut hanyalah orang-orang yang sudah tua. ''Kalau anak muda yang menyimpannya, akan jadi mandul,'' ujarnya. Begitulah kepercayaan mereka.


      Waktu sekarang Sun Dec 11, 2016 7:12 am