Forum Gaul dan Informasi

INFO UNTUK ANDA

Y3hoo Ada di Facebook

Share Y3hoo ke Twitter

Follow Me

Image hosted by servimg.com

Y3hoo Mailing List

Enter Your Email Address:

Latest topics

» Kisah Perempuan yang Diperkosa di Hari Pernikahannya
Mon Jul 10, 2017 9:54 pm by alia

» 5 Tingkat Kematangan Steak
Tue Jul 04, 2017 8:44 pm by alia

» Tips Memilih Investasi yang Menguntungkan
Fri Jun 30, 2017 6:55 pm by via

» 4 Tempat Seru yang Wajib Dikunjungi Saat ke Ubud
Wed Jun 28, 2017 5:37 pm by via

» Lima Minuman Alkohol Populer di Korea
Sun Jun 25, 2017 2:13 pm by via

» 10 Surga Wisata Belanja Murah di Bangkok-Thailand
Wed Jun 21, 2017 5:43 pm by daun.kuning

» Belajar dari Sang Manusia Rp 1.000 Triliun
Sun May 28, 2017 10:01 am by flade

» Sebuah Refleksi
Sat May 27, 2017 1:10 pm by flade

» Kisah Mengagumkan Bocah Miskin India Jadi Direktur Utama Google
Wed May 24, 2017 12:17 pm by jakarta

IKLAN ANDA


    Sade, Kampung Sasak yang Unik

    Share
    avatar
    flade

    947
    23.09.09

    Sade, Kampung Sasak yang Unik

    Post  flade on Tue May 05, 2015 8:16 am


    Desa Sade, merupakan salah satu kampung yang dihuni suku Sasak, salah satu suku asli di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

    Desa ini, cukup mudah terjangkau. Dari Bandara Praya Lombok, hanya butuh waktu sekitar 20 menit menuju arah Selatan. Desanya pun terletak di tepi jalan, sehingga sangat mudah menjangkaunya.

    Saat memasuki gerbang desa Sade, nuansa perkampungan tradisional langsung terasa. Bangunan-bangunan rumahnya terbuat dari kayu dan atap jerami yang menjuntai. Seorang pemuda Sasak bernama Awang pun berbagai cerita. ~republika



    Menurut Awang, desa Sade adalah desa Sasak yang masih dipertahankan keasliannya. Menurutnya saat ini, jumlah penduduk di Desa Sade sekitar 700 orang. Namun jumlah rumah yang ada hanya 150 rumah. Bangunan rumah tersebut tidak bisa ditambah lagi karena sudah tidak ada tempat.

    Perkampungan seluas lima hektare ini, terasa padatt. Satu rumah dengan lainnya saling berdempetan. Hanya ada jalan seluas satu meter yang memisahkan. ''Makanya satu rumah bisa dihuni lima sampai enam kepala keluarga,'' ujar Awang.

    Masyarakat suku Sasak, masih melakukan pernikahan dengan kalangan mereka sendiri. Meski demikian, kata Awang, tidak ada larangan bagi orang Sasak menikah dengan warga lain dari luar komunitasnya. Pernikahan dengan sesama warga Sasak, lebih didkarenakan ketidakmampuan mereka memenuhi syarat sebuah pernikahan.

    Awang mengatakan, jika menikah dengan sesama orang Sasak, mereka cukup menyiapkan uang Rp 1 juta saja. ''Tapi kalau dengan orang luar, biasanya minta disiapkan mahar satu atau dua ekor sapi,'' ujarnya.

    Masyarakat Sasak, bermata pencaharian sebagai petani. Sementara kaum perempuannya, tinggal di rumah membuat kain tenun ikat khas suku Sasak serta\' membuat kerajinan gelang dan kalung dari berbagai manik-manik. Sawah yang dimiliki adalah sawah tadah hujan. Karena itu, mereka hanya bisa panen setahun sekali.

    Padi yang telah dipanen disimpan di sebuah lumbung yang diberi nama Berugak Sekenam. Menurut Awang, yang bisa menyimpan padi ke dalam lumbung tersebut hanyalah orang-orang yang sudah tua. ''Kalau anak muda yang menyimpannya, akan jadi mandul,'' ujarnya. Begitulah kepercayaan mereka.


      Waktu sekarang Mon Jul 24, 2017 5:37 am